Menunggu Pembenahan Tata Kelola MBG: Wilayah 3T Jadi Perhatian Khusus
- 20 Jun 2026 21:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pelaksanaan dan penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai ditata ulang dengan memprioritaskan kelompok ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
- Pemerintah memandang intervensi gizi pada fase awal kehidupan merupakan investasi paling efektif untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan perkembangan anak di masa depan.
- Penataan ulang dilakukan sebagai respons atas berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan MBG dan telah mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto.
Dalam waktu bersamaan, BGN menerbitkan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 yang mengatur penghentian sementara distribusi MBG. Yakni, selama masa libur sekolah, hari libur nasional, hari libur keagamaan, hari libur khusus daerah, serta setiap Sabtu dan Minggu.
Juru Bicara sekaligus Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk mengoptimalkan tata kelola operasional dan efisiensi penggunaan sumber daya. "Surat edaran ini diterbitkan dalam rangka optimalisasi tata kelola operasional, efisiensi sumber daya, dan standardisasi Program MBG pada SPPG," ujarnya.
Meski distribusi makanan dihentikan sementara, petugas keamanan tetap bertugas selama 24 jam. Hal ini dilakukan untuk menjaga aset dan fasilitas SPPG.
BGN memperkirakan kebijakan tersebut dapat menghasilkan efisiensi anggaran hingga sekitar Rp3 triliun. Penghematan diperoleh dari penghentian sementara pemberian insentif operasional kepada SPPG yang tidak beroperasi selama masa libur.
Di tengah berbagai penyesuaian tersebut, publik kini menunggu langkah yang lebih komprehensif dari pemerintah. Khususnya, jajaran pimpinan BGN baru.
Refocusing penerima manfaat memang dianggap penting, namun evaluasi menyeluruh terhadap desain program, sistem pengadaan, distribusi, pengawasan, hingga akuntabilitas penggunaan anggaran dinilai menjadi kunci utama. Guna memastikan Program MBG benar-benar mencapai tujuan besarnya: memperbaiki kualitas gizi masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....