Menunggu Pembenahan Tata Kelola MBG: Wilayah 3T Jadi Perhatian Khusus

  • 20 Jun 2026 21:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pelaksanaan dan penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai ditata ulang dengan memprioritaskan kelompok ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
  • Pemerintah memandang intervensi gizi pada fase awal kehidupan merupakan investasi paling efektif untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan perkembangan anak di masa depan.
  • Penataan ulang dilakukan sebagai respons atas berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan MBG dan telah mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto.

Selain menata ulang penerima manfaat, pemerintah juga menyiapkan penyesuaian model layanan MBG untuk wilayah 3T yang selama ini menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur. Salah satu opsi yang ditawarkan adalah pemanfaatan program Dapur Anak Sehat Atasi Stunting (DAHSAT) sebagai model pelayanan berbasis masyarakat.

"Yang terakhir, sebenarnya ini untuk 3T saya kira, dulu kita sering berdiskusi tentang solusi untuk 3T dengan skema lain. Kita punya namanya DAHSAT atau Dapur Anak Sehat Atasi Stunting," ujar Wihaji.

Konsep tersebut dinilai dapat mempercepat penyediaan makanan bergizi tanpa harus menunggu pembangunan infrastruktur baru. Namun tantangan di wilayah 3T tidak hanya berkaitan dengan keberadaan dapur atau fasilitas produksi makanan.

Sebab, persoalan rantai pasok bahan pangan, kapasitas sumber daya manusia, standar kualitas layanan, hingga sistem pengawasan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar program berjalan efektif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....