Presiden 'Sikat' Anggota Kabinet Merah Putih Diduga Korupsi
- 06 Jun 2026 01:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi. Maka pada, Selasa 2 Juni 2026, Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional.
- Alasan pencopotan Dadan, Lodewyk dan Sanjaya seperti ketidakdisiplinan dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP).
- Presiden Prabowo resmi ‘mencopot’ Silmy Karim dari jabatan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di Kabinet Merah Putih.
SELEPAS magrib, awak media yang biasa meliput di Istana Kepresidenan Jakarta, mendapatkan informasi akan ada keterangan pers yang penting. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M Qodari merapat ke Ruang Sidang Kabinet.
Menteri Prasetyo Hadi mengumumkan pencopotan Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Presiden Prabowo Subianto juga mengakhiri masa tugas Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala BGN.
“Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi. Maka pada hari ini, Selasa 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo Hadi dalam keterangan pers di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa 2 Juni 2026.
Menteri Prasetyo membeberkan alasan pencopotan Dadan, Lodewyk dan Sanjaya seperti ketidakdisiplinan dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP). Selanjutnya indisipliner dalam menjaga kualitas makanan dari seharusnya yang telah ditetapkan oleh BGN.
“Banyak catatan dari dasar pertimbangan Bapak Presiden melakukan pergantian ini. Tentu dengan harapan catatan tersebut diperbaiki,” katanya.

Presiden Prabowo mengangkat Nanik S Deyang menggantikan Dadan Hindayana. Selanjutnya adalah Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Nanik dan Wakil Kepala BGN yang baru, akan segera dilantik pada pekan depan atau tepatnya Senin 8 Juni 2026. Menteri Prasetyo mengatakan secara administratif hukum, Nanik dan dua wakilnya, telah sah sebagai pimpinan BGN sejak ditetapkan berdasarkan keputusan Presiden.
"Berkenaan dengan masalah pelantikan, kami agendakan di minggu depan. Pelantikan (Senin) terkait dengan BGN," kata Menteri Prasetyo Hadi dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....