Aceh dan Tantangan Imunisasi, Kolaborasi Jadi Kunci Menekan Angka Anak Zero Dose
- 02 Jun 2026 18:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menjadikan Aceh sebagai daerah percontohan peningkatan imunisasi meski cakupannya masih sekitar 33 persen
- Rendahnya imunisasi dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kurangnya informasi, hoaks media sosial, hingga pengambilan keputusan dalam keluarga
- Kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, ulama, dan masyarakat menjadi kunci mengejar target penurunan anak zero dose di Aceh
Bidan Desa Indah Sari mengatakan upaya menekan angka zero dose dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah warga. Petugas mendatangi keluarga yang tidak hadir ke posyandu, terutama ibu yang baru melahirkan.
“Dari desa kita, untuk menekan zero dose itu kita melakukan jemput bola, atau kunjungan bagi pasien yang tidak datang ke posyandu. Kita datangin ke rumahnya, terutama bagi pasien-pasien yang baru melahirkan,” ujar Bidan Indah di Posyandu Sejahtera Banda Aceh, Jumat 22 Mei 2026.

Ia menjelaskan kunjungan rumah dilakukan untuk memberikan imunisasi HB0 serta imunisasi dasar kepada bayi. Petugas juga memastikan apakah imunisasi sudah diberikan di fasilitas kesehatan lain atau belum.
Indah mengatakan tantangan imunisasi di Aceh muncul karena banyak orang tua bekerja setiap hari. Kondisi tersebut membuat anak sering dititipkan kepada keluarga atau tempat penitipan sehingga jarang dibawa ke posyandu.
Menurutnya, hingga kini belum ada kegiatan imunisasi yang dilakukan langsung ke tempat penitipan anak. Petugas lebih memfokuskan pelayanan dengan mendatangi rumah ibu masa nifas untuk pelaksanaan imunisasi.
Ia menyebut penyebaran hoaks mengenai imunisasi sangat memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap program tersebut. Selain itu, terdapat warga yang menolak kedatangan petugas, sehingga kasus tersebut dilaporkan ke puskesmas untuk tindak lanjut konseling.
"Kami tidak berani memberikan imunisasi tanpa izin. Baik dari pihak ibu maupun suami, karena tetap harus menghargai privasi mereka," ucapnya.
Upaya meluruskan informasi keliru mengenai imunisasi dilakukan melalui pendekatan digital dan langsung. Peran tenaga kesehatan lapangan menjadi ujung tombak menjangkau keluarga yang membutuhkan edukasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....