Aceh dan Tantangan Imunisasi, Kolaborasi Jadi Kunci Menekan Angka Anak Zero Dose

  • 02 Jun 2026 18:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menjadikan Aceh sebagai daerah percontohan peningkatan imunisasi meski cakupannya masih sekitar 33 persen
  • Rendahnya imunisasi dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kurangnya informasi, hoaks media sosial, hingga pengambilan keputusan dalam keluarga
  • Kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, ulama, dan masyarakat menjadi kunci mengejar target penurunan anak zero dose di Aceh

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Ferdiyus menekankan kolaborasi lintas sektor mempercepat penurunan angka zero dose (belum divaksin sama sekali). Ia menyebut dukungan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh penting memperkuat pendekatan keagamaan meningkatkan penerimaan imunisasi masyarakat daerah.

Ferdiyus mengatakan seluruh kabupaten dan kota di Aceh memiliki organisasi keagamaan membantu sosialisasi imunisasi masyarakat. Menurutnya, kerja sama lintas sektor diharapkan mampu menurunkan angka zero dose secara bertahap seluruh wilayah.

“Semua yang berbasis tentang keagamaan kita selalu di kebupaten, kota, sehingga mudah-mudahan secara masif kita bekerjasama. Untuk bagaimana cara pencapaian imunisasi supaya zero dosenya tidak terlalu tinggi lagi di Provinsi Aceh,” ujarnya usai kegiatan media briefing ‘Mengejar Anak Zero Dose’ di Banda Aceh, Kamis 21 Mei 2026.

Ia berharap seluruh kabupaten dan kota memperkuat koordinasi lintas sektor selama pelaksanaan program imunisasi tahun mendatang. Menurutnya, kepemimpinan bupati dan wali kota aktif juga akan memudahkan pergerakan program imunisasi di seluruh daerah Aceh.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Ferdiyus (kedua dari kanan) usai kegiatan media briefing ‘Mengejar Anak Zero Dose’ di Banda Aceh, Kamis 21 Mei 2026 (Foto: RRI/Sasa Haniyah)

“Mudah-mudahan untuk 2026 ini kita sudah bekerjasama di seluruh kabupaten, kota, lintas sektor semuanya. Dan paling penting adalah kepemimpinan bupati, walikotanya, jadi kalau memang aktif insya Allah mungkin lebih bisa bergerak,” ucap Ferdiyus.

Ia menargetkan capaian imunisasi tahunan mencapai minimal 95 persen melalui dukungan tenaga kesehatan puskesmas. Ferdiyus menyebut Provinsi Aceh memiliki sekitar 37 ribu tenaga kesehatan tersebar pada 366 puskesmas.

Namun, sebagian tenaga kesehatan masih menemukan penolakan imunisasi anak akibat pengaruh informasi media sosial negatif. Ia mengatakan masyarakat sekarang terkadang lebih mempercayai informasi media sosial dibandingkan penjelasan langsung orangtua maupun petugas.

“Mungkin itulah efek sampingnya yang dilihat, jadi dibaca oleh di medsos-medsos juga seperti itu. Dan zaman sekarang ini daripada diomongin sama orang tua lebih didengar medsosnya,” katanya.

Berbagai langkah Pemerintah Kota Banda Aceh menunjukkan peningkatan imunisasi membutuhkan dukungan banyak pihak. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting memperluas penerimaan imunisasi di Aceh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....