Aceh dan Tantangan Imunisasi, Kolaborasi Jadi Kunci Menekan Angka Anak Zero Dose

  • 02 Jun 2026 18:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menjadikan Aceh sebagai daerah percontohan peningkatan imunisasi meski cakupannya masih sekitar 33 persen
  • Rendahnya imunisasi dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kurangnya informasi, hoaks media sosial, hingga pengambilan keputusan dalam keluarga
  • Kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, ulama, dan masyarakat menjadi kunci mengejar target penurunan anak zero dose di Aceh

WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono menegaskan Aceh menjadi fokus pemerintah dalam mengejar anak zero dose imunisasi. Ia menyebut rendahnya cakupan imunisasi di daerah tersebut menjadi perhatian utama pemerintah saat ini.

Dante mengatakan kunjungan kerjanya ke Aceh dilakukan karena masih terdapat persoalan cakupan imunisasi yang rendah. Saat ini cakupan imunisasi nasional mencapai 80,2 persen, sedangkan cakupan imunisasi di Aceh masih berada pada kisaran 33 persen.

“Kenapa saya memilih untuk melakukan kunjungan di Banda Aceh, di Aceh ini ada beberapa masalah. Salah satu diantaranya adalah masalah tentang cakupan vaksin, imunisasi yang masih rendah,” ucap Dante.

Meski demikian, Dante optimistis Aceh dapat menjadi titik awal kebangkitan imunisasi nasional Indonesia. Pemerintah bahkan menyiapkan Aceh sebagai daerah percontohan peningkatan cakupan imunisasi yang dapat ditiru daerah lain.

“Aceh akan kita jadikan percontohan bagaimana angka imunisasi yang rendah pada saat ini. Nanti pada evaluasi kita berikutnya bisa menjadi percontohan bagi tempat-tempat lain,” ujarnya.

Menurut Dante, dukungan pemerintah daerah terhadap program imunisasi mulai terlihat semakin kuat. Hal itu ditunjukkan melalui rencana imunisasi bagi anak-anak ASN serta berbagai upaya edukasi kepada masyarakat.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan tokoh agama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya imunisasi anak. Salah satu kepala daerah bahkan menerbitkan surat edaran kepada masjid untuk menyampaikan pesan imunisasi melalui khutbah Jumat.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono saat meninjau langsung Posyandu Sejahtera Banda Aceh, Jumat 22 Mei 2026 (Foto: RRI/Sasa Haniyah)

“Beliau menyampaikan surat edaran kepada seluruh masjid di salah satu kabupaten di Aceh. Untuk memberikan khutbah Jum'at yang berkaitan dengan imunisasi, ini kan luar biasa,” ucap Dante.

Dalam kegiatan tersebut, Dante mengaitkan filosofi Rumoh Aceh dengan pentingnya perlindungan kesehatan melalui imunisasi. Menurutnya, Rumoh Aceh dan imunisasi sama-sama memberikan perlindungan kuat dari berbagai ancaman.

“Sama seperti ‘Rumoh Aceh’ yang dibangun untuk memberi perlindungan bagi penghuninya, imunisasi juga ‘tentara’ bagi setiap anak yang mendapatkannya. Untuk mendapatkan perlindungan yang kokoh terhadap penyakit yang mungkin bisa dicegah oleh imunisasi,” katanya.

Dante mengingatkan anak yang tidak memperoleh imunisasi memiliki risiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit menular. Kondisi tersebut bahkan berpotensi menyebabkan kecacatan, kematian, hingga memicu Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Tanpa imunisasi, risiko terhadap penyakit meningkat, baik infeksi terhadap virus, bakteri, dan penyakit menular yang mempunyai potensi. Untuk menimbulkan Kejadian Luar Biasa atau yang kita kenal sebagai KLB dan ini sebenarnya bisa dicegah dengan cara imunisasi,” ucap Dante.

Untuk meningkatkan cakupan imunisasi, Kementerian Kesehatan menyiapkan strategi yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat Aceh. Salah satunya melalui usulan pelayanan imunisasi pada hari Sabtu atau hari libur agar ayah dapat terlibat dalam pengambilan keputusan.

“Di Aceh ini, yang memutuskan bapaknya, bapaknya bekerja kadang-kadang yang memberi keputusan tidak ada, sehingga anaknya tidak diimunisasi. Nanti akan kita buat modifikasi bagaimana misalnya imunisasi pada saat hari Sabtu atau hari libur sehingga bapaknya ikut,” ujarnya.

Selain itu, Dante juga menyoroti masih adanya kekhawatiran masyarakat terhadap demam setelah imunisasi. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan proses normal pembentukan kekebalan tubuh dan tidak membahayakan kesehatan anak.

“Kekebalan tubuh yang sedang dibentuk itu membutuhkan mekanisme dan metabolisme tertentu yang harus suhunya naik dulu. Kalau suhunya naik, berarti kekebalannya bagus, sebenarnya tidak berbahaya demam-demam seperti itu,” kata Dante.

Berbagai strategi yang disiapkan pemerintah pusat menunjukkan persoalan imunisasi Aceh membutuhkan perhatian bersama seluruh pihak. Tantangan tersebut juga terlihat pada capaian imunisasi Kota Banda Aceh yang masih perlu ditingkatkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....