Trump Tolak Proposal Damai Iran, Akankah Perang akan Berlanjut?
- 04 Mei 2026 21:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menolak proposal perdamaian yang diajukan Iran melalui mediator Pakistan pada Kamis, 30 April 2026.
- Proposal yang memiliki 14 poin itu merupakan tanggapan terhadap rencana sembilan poin sebelumnya yang diusulkan oleh Washington.
- Pakistan perlu melibatkan pengamat selama proses perundingan perdamaian Iran-AS berlangsung.
Situasi di kawasan Timur Tengah khususnya negara-negara Teluk, dilaporkan berangsur stabil hingga akhir April seiring dengan gencatan senjata Iran-AS. Pemerintah Indonesia melalui Kemlu terus memantau perkembangan dan memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di wilayah tersebut.
“Per 29 April kemarin, situasi di Timur Tengah khususnya di negara-negara Teluk, Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab terpantau berangsur stabil dan kondusif. Tidak terdapat laporan serangan rudal atau drone dalam beberapa hari terakhir,” ujar Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah dalam konferensi pers, Kamis 30 April 2026 di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.
Heni menambahkan bahwa aktivitas publik mulai kembali normal, termasuk operasional ruang udara di sebagian besar wilayah. “Aktivitas publik termasuk mayoritas ruang udara di Timur Tengah berangsur normal, sudah dibuka,” ucapnya menambahkan.
“Sehingga saat ini tercatat hanya Bandara Manama di Bahrain dan Baghdad di Irak yang masih tertutup untuk penerbangan.”
Meski kondisi membaik, Kemlu tetap mengimbau WNI agar meningkatkan kewaspadaan. Serta, WNI diimbau untuk berkomunikasi secara intensif dengan perwakilan terdekat.
“Dan per 29 April 2026 ini juga sudah tidak ada lagi WNI yang stranded (terlantar-red). Sejumlah 2.999 WNI telah difasilitasi baik untuk evakuasi maupun repatriasi mandiri termasuk korban TNI dari Unifil,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI.
Sementara, pemerintah Indonesia telah melakukan evakuasi WNI di Iran dalam tiga tahap. “Dan yang terakhir itu 13 orang WNI telah tiba di tanah air pada tanggal 21 April lalu,” katanya.

Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....