Trump Tolak Proposal Damai Iran, Akankah Perang akan Berlanjut?

  • 04 Mei 2026 21:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menolak proposal perdamaian yang diajukan Iran melalui mediator Pakistan pada Kamis, 30 April 2026.
  • Proposal yang memiliki 14 poin itu merupakan tanggapan terhadap rencana sembilan poin sebelumnya yang diusulkan oleh Washington.
  • Pakistan perlu melibatkan pengamat selama proses perundingan perdamaian Iran-AS berlangsung.

Meski Iran memberikan “sinyal” untuk mengakhiri perang secara menyeluruh, namun Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian Iran. Serta, menyebutnya tidak dapat diterima, demikian dilansir The Times of Israel yang mengutip laporan lembaga publik Israel, Kan.

“Itu tidak dapat diterima bagi saya. Saya telah mempelajarinya, saya telah mempelajari semuanya, itu tidak dapat diterima,” kata Trump kepada penyiar publik Israel, Kan.

Sebelumnya, Trump menanggapi proposal tersebut pada Sabtu 2 Mei 2026 menyatakan tengah mempelajari isi dokumen itu, namun belum yakin kesepakatan dapat dicapai. Pernyataan ini muncul sehari setelah Trump mengaku kecewa terhadap tawaran Iran sebelumnya yang disampaikan melalui mediator Pakistan, demikian dilansir Al Jazeera.

AS menuntut agar Teheran terlebih dahulu menghentikan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur vital bagi sekitar seperlima distribusi minyak dan gas dunia. Blokade tersebut diberlakukan Iran sebagai respons atas serangan militer AS dan Israel pada 28 Februari.

Di sisi lain, langkah Washington yang mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Meski, dalam situasi gencatan senjata, turut memperkeruh situasi dan meningkatkan ketegangan di kawasan.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan langkah selanjutnya kini berada di tangan AS. “Sekarang bola berada di tangan AS untuk memilih jalur diplomasi atau melanjutkan pendekatan konfrontatif,” ujarnya dikutip media pemerintah Iran, IRIB.

Media Iran mengatakan proposal 14 poin Teheran mencakup penarikan pasukan militer AS dari daerah terdekat, pencabutan blokade, dan pelepasan aset yang dibekukan. Kemudian, pembayaran kompensasi, pencabutan sanksi, pengakhiran perang di semua front, termasuk Lebanon, dan pembentukan mekanisme kontrol baru untuk selat tersebut.

Iran telah memblokir hampir semua pengiriman dari Teluk selain kapal-kapalnya sendiri selama lebih dari dua bulan. Bulan lalu, AS memberlakukan blokade sendiri terhadap kapal-kapal dari pelabuhan Iran, demikian dilansir CNBC.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....