Trump Tolak Proposal Damai Iran, Akankah Perang akan Berlanjut?

  • 04 Mei 2026 21:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menolak proposal perdamaian yang diajukan Iran melalui mediator Pakistan pada Kamis, 30 April 2026.
  • Proposal yang memiliki 14 poin itu merupakan tanggapan terhadap rencana sembilan poin sebelumnya yang diusulkan oleh Washington.
  • Pakistan perlu melibatkan pengamat selama proses perundingan perdamaian Iran-AS berlangsung.

Sementara, situasi di Selat Hormuz juga masih memanas dengan adanya aksi saling serang, penangkapan, serta pencegatan kapal oleh kedua pihak. Hal ini menunjukkan meskipun secara formal terdapat gencatan senjata, konflik di laut masih terus berlangsung dan berpotensi memicu eskalasi lebih lanjut.

Di sisi lain, kapal-kapal yang melanggar proses pengelolaan Selat Hormuz yang diberlakukan oleh Teheran akan dihentikan secara paksa. Kata Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Sardar Mohebbi, demikian dilansir Al Jazeera.

“Tidak ada perubahan dalam proses pengelolaan Selat Hormuz. Setiap pergerakan maritim kapal sipil dan komersial yang mematuhi protokol transit yang dikeluarkan oleh Angkatan Laut IRGC dan berlangsung melalui rute yang ditentukan secara terkoordinasi akan aman dan lancar,” katanya.

“Pergerakan maritim lainnya yang bertentangan dengan prinsip-prinsip yang diumumkan oleh Angkatan Laut IRGC akan menghadapi risiko serius. Kapal-kapal yang melanggar akan dihentikan secara paksa.”

Dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita Fars, Mohebbi menekankan, agar perusahaan pelayaran dan Asuransi transportasi memperhatikan pengumuman tersebut. “Sangat penting bagi semua perusahaan pelayaran dan perusahaan asuransi transportasi untuk memperhatikan pengumuman IRGC,” ujar Mohebbi menambahkan.

Pelayaran kapal melalui Selat Hormuz telah menurun lebih dari 90 persen sejak krisis meningkat pada akhir Februari 2026 (Foto: Dokumentasi/ Unsplash/ Angus Gray:)
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....