Trump Tolak Proposal Damai Iran, Akankah Perang akan Berlanjut?
- 04 Mei 2026 21:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menolak proposal perdamaian yang diajukan Iran melalui mediator Pakistan pada Kamis, 30 April 2026.
- Proposal yang memiliki 14 poin itu merupakan tanggapan terhadap rencana sembilan poin sebelumnya yang diusulkan oleh Washington.
- Pakistan perlu melibatkan pengamat selama proses perundingan perdamaian Iran-AS berlangsung.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memasuki babak baru setelah Teheran mengajukan proposal perdamaian terbaru berisi 14 poin. Iran mengajukan proposal itu melalui mediator Pakistan yang dikirimkan pada Kamis 30 April 2026.
Proposal 14 poin tersebut dikirim Teheran ke Pakistan pada Kamis malam, yang turut berperan dalam mendorong tercapainya gencatan senjata antara kedua pihak. Dilansir Al Jazeera mengutip kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan dokumen ini merupakan respons atas rencana sembilan poin yang sebelumnya didukung Washington.
Meski gencatan senjata telah dimulai sejak 8 April 2026, hingga kini belum ada kesepakatan damai permanen antara kedua negara. Iran menegaskan keinginannya untuk mengakhiri perang secara menyeluruh.
Dalam proposal terbarunya, Iran menekankan penyelesaian konflik dalam waktu 30 hari, bukan sekadar perpanjangan gencatan senjata. Teheran mengajukan sejumlah tuntutan, termasuk jaminan tidak adanya serangan di masa depan.
Kemudian, penarikan pasukan militer AS dari kawasan sekitar Iran, pembebasan aset yang dibekukan dan pencabutan sanksi. Serta mekanisme baru pengelolaan Selat Hormuz.

|
Selanjutnya,
Trump Sebut Proposal Iran “Tidak Dapat Diterima”
|
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....