Marak Kasus Salahguna BBM-LPG Subsidi, Polri Kejar Pelaku hingga Tuntas
- 22 Apr 2026 00:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Polri mengungkap ratusan kasus penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi dengan ratusan tersangka diamankan.
- Selisih harga BBM subsidi dan nonsubsidi menjadi pemicu utama maraknya praktik ilegal di lapangan.
- Modus pelaku meliputi penimbunan, pengoplosan, hingga distribusi ilegal ke sektor industri.
- Polri menegaskan akan menindak tegas seluruh pelaku, termasuk aktor besar di balik jaringan.

Modus penyalahgunaan BBM subsidi dilakukan dengan berbagai cara yang terus berkembang mengikuti pengawasan pemerintah. Pelaku memanfaatkan celah distribusi untuk menghindari sistem pengendalian yang berlaku.
Dalam praktiknya, para pelaku menggunakan berbagai modus untuk memanfaatkan subsidi negara secara ilegal. Nunung menjelaskan pelaku membeli BBM dan LPG subsidi untuk kemudian dimanipulasi dan dijual kembali.
“Mereka membeli BBM dan LPG subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat, kemudian dipindahkan dan ditimbun. Selain itu, pelaku juga mengoplos, memodifikasi tabung, serta memanipulasi dokumen untuk dijual kembali dengan harga industri,” ujarnya.
Brigjen Pol Moh. Irhamni menjelaskan modus yang paling umum dilakukan pelaku dalam penyalahgunaan BBM subsidi. Pembelian dilakukan berulang di berbagai SPBU, kemudian ditimbun sebelum didistribusikan ke sektor industri.
“Pembelian BBM jenis solar subsidi dilakukan berulang di beberapa SPBU, lalu ditampung dan ditimbun. Selanjutnya didistribusikan kembali ke industri untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar,” katanya.
Selain itu, pelaku juga menggunakan kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi untuk menampung lebih banyak BBM. Mereka turut memanfaatkan pelat nomor palsu guna menghindari pengawasan aparat di lapangan.
Modus lainnya adalah memodifikasi tangki kendaraan agar mampu menampung BBM dalam jumlah lebih besar. Cara ini memungkinkan pelaku mengangkut BBM subsidi dalam jumlah besar dalam satu kali pengisian.
Pelaku juga melakukan penimbunan BBM subsidi sebelum dijual kembali ke sektor industri. Praktik ini menghasilkan keuntungan besar karena selisih harga yang tinggi antara BBM subsidi dan nonsubsidi.
Selain BBM, penyalahgunaan juga terjadi pada gas elpiji bersubsidi dengan cara memindahkan isi tabung. Gas dari tabung tiga kilogram dipindahkan ke tabung nonsubsidi untuk dijual dengan harga lebih tinggi.
“Modus yang dilakukan antara lain menimbun, memindahkan, dan menjual kembali dengan harga industri. Modus operandi penyalahgunaan LPG subsidi yaitu memindahkan isi tabung 3 kilogram ke dalam tabung 12 kilogram dan 50 kilogram," ujar Irjen Nunung Syaifuddin.
|
Selanjutnya,
Kerugian Negara dan Dampak Sosial
|
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....