Marak Kasus Salahguna BBM-LPG Subsidi, Polri Kejar Pelaku hingga Tuntas

  • 22 Apr 2026 00:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Polri mengungkap ratusan kasus penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi dengan ratusan tersangka diamankan.
  • Selisih harga BBM subsidi dan nonsubsidi menjadi pemicu utama maraknya praktik ilegal di lapangan.
  • Modus pelaku meliputi penimbunan, pengoplosan, hingga distribusi ilegal ke sektor industri.
  • Polri menegaskan akan menindak tegas seluruh pelaku, termasuk aktor besar di balik jaringan.

PENYALAHGUNAAN bahan bakar minyak subsidi kembali menjadi sorotan serius di berbagai wilayah Indonesia. Praktik ilegal ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menyengsarakan masyarakat kecil yang berhak.

Kasus yang terungkap menunjukkan praktik penyelewengan BBM subsidi masih terjadi secara masif dan terorganisir. Aparat penegak hukum berhasil mengungkap ratusan tersangka dalam operasi penindakan di berbagai daerah.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol Moh. Irhamni, menyampaikan total pengungkapan kasus cukup signifikan. Sepanjang periode sebelumnya (2025 hingga April 2026), tercatat 755 laporan polisi dengan 672 tersangka dan kerugian negara mencapai Rp1,2 triliun.

Dalam praktiknya, para pelaku menggunakan berbagai modus untuk memanfaatkan subsidi negara secara ilegal. Nunung menjelaskan pelaku membeli BBM dan LPG subsidi untuk kemudian dimanipulasi dan dijual kembali.

“Mereka membeli BBM dan LPG subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat, kemudian dipindahkan dan ditimbun,” katanya. “Selain itu, pelaku juga mengoplos, memodifikasi tabung, serta memanipulasi dokumen untuk dijual kembali dengan harga industri,” ujarnya.

Selain merugikan negara, penyalahgunaan BBM subsidi juga mengganggu distribusi energi bagi masyarakat. Akibatnya, kelompok yang seharusnya menerima subsidi justru kesulitan mendapatkan bahan bakar.

Fenomena ini menunjukkan adanya celah dalam sistem distribusi energi nasional yang belum sepenuhnya tertutup. Pelaku memanfaatkan perbedaan harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi untuk meraih keuntungan besar.

Praktik tersebut tidak hanya dilakukan individu, tetapi melibatkan jaringan yang terorganisir di berbagai wilayah. Dalam beberapa kasus, ditemukan keterlibatan oknum pada rantai distribusi yang memperparah kondisi.

Kondisi ini menegaskan penyalahgunaan BBM subsidi bukan sekadar pelanggaran biasa. Masalah ini telah berkembang menjadi kejahatan sistematis yang memerlukan penanganan serius dan menyeluruh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....