Polemik Motor Listrik BGN Uji Akuntabilitas Anggaran

  • 10 Apr 2026 20:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Polemik pengadaan motor listrik BGN mencuat dari video viral, memicu pertanyaan publik soal urgensi dan transparansi anggaran.
  • BGN menegaskan pengadaan untuk operasional wilayah terpencil, namun perbedaan data dan kritik DPR memperkuat sorotan publik.
  • Isu ini menjadi ujian akuntabilitas anggaran negara di tengah tekanan fiskal dan tuntutan efisiensi belanja pemerintah.

Kementerian Keuangan mengungkapkan bahwa usulan pengadaan serupa sebelumnya pernah ditolak dalam pembahasan anggaran. Hal ini menambah dimensi baru dalam polemik terkait konsistensi kebijakan pemerintah.

"Setahu saya tahun lalu pernah diajukan juga. Untuk motor dan komputer kalau enggak salah, tapi ditolak," ujar Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Ia menegaskan prioritas program Makan Bergizi Gratis seharusnya tetap pada penyediaan makanan bagi masyarakat. "Tapi kan harusnya utamanya untuk makanan," kata Purbaya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, beberapa waktu lalu (Foto: RRI/Afriani Respati)

Di sisi lain, pemerintah mencatat defisit APBN mencapai Rp240,1 triliun pada akhir Maret 2026. Kondisi ini membuat setiap kebijakan belanja negara semakin disorot publik secara ketat.

Defisit tersebut disebut sebagai konsekuensi percepatan belanja pemerintah di awal tahun anggaran berjalan. Namun, situasi ini tetap menuntut kehati-hatian dalam menentukan prioritas penggunaan anggaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....