Polemik Motor Listrik BGN Uji Akuntabilitas Anggaran
- 10 Apr 2026 20:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Polemik pengadaan motor listrik BGN mencuat dari video viral, memicu pertanyaan publik soal urgensi dan transparansi anggaran.
- BGN menegaskan pengadaan untuk operasional wilayah terpencil, namun perbedaan data dan kritik DPR memperkuat sorotan publik.
- Isu ini menjadi ujian akuntabilitas anggaran negara di tengah tekanan fiskal dan tuntutan efisiensi belanja pemerintah.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) merespons polemik ini dengan rencana memanggil BGN untuk meminta klarifikasi resmi. Langkah ini menunjukkan keseriusan parlemen dalam mengawasi penggunaan anggaran negara.
"Kami akan memanggil dan meminta pertanggungjawaban resmi dari BGN. Kita tidak akan membiarkan anggaran negara digunakan tanpa akuntabilitas yang jelas," ucap Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris.

Ia menilai pengadaan motor listrik dalam jumlah besar berpotensi menjadi pemborosan anggaran negara. Terlebih, kebijakan tersebut muncul di tengah kondisi fiskal yang menuntut efisiensi ketat.
"Ini juga menunjukkan adanya potensi pemborosan yang serius. Di saat fiskal negara sedang tertekan, semua diminta berhemat," ucapnya.
DPR menekankan pentingnya memastikan setiap kebijakan anggaran memiliki dasar kebutuhan yang jelas. Fokus program dinilai harus tetap pada tujuan utama peningkatan gizi masyarakat.
|
Selanjutnya,
Sikap Kementerian Keuangan dan Konteks Defisit APBN
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....