Polemik Motor Listrik BGN Uji Akuntabilitas Anggaran
- 10 Apr 2026 20:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Polemik pengadaan motor listrik BGN mencuat dari video viral, memicu pertanyaan publik soal urgensi dan transparansi anggaran.
- BGN menegaskan pengadaan untuk operasional wilayah terpencil, namun perbedaan data dan kritik DPR memperkuat sorotan publik.
- Isu ini menjadi ujian akuntabilitas anggaran negara di tengah tekanan fiskal dan tuntutan efisiensi belanja pemerintah.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan pengadaan motor listrik untuk mendukung operasional SPPG di daerah sulit. Ia menyebut kendaraan tersebut dibutuhkan untuk menjangkau wilayah terpencil yang aksesnya terbatas.
"Ya program ini kan menjangkau daerah-daerah yang nanti akan sangat sulit. Menjangkau desa-desa, daerah-daerah yang hanya bisa dengan motor. Itu untuk menunjang operasional," ujar Dadan.

Menurutnya, distribusi program Makan Bergizi Gratis membutuhkan dukungan logistik yang memadai hingga ke pelosok daerah. Kendaraan roda dua dinilai paling efektif untuk menjangkau wilayah dengan akses jalan terbatas.
Dadan juga mengklaim harga pembelian motor listrik lebih rendah dibandingkan harga pasar kendaraan sejenis. "Harga pasaran Rp52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah Rp42 juta, di bawah harga pasaran," ujarnya.
|
Selanjutnya,
Realisasi Pengadaan dan Klarifikasi Jumlah Unit
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....