Polemik Motor Listrik BGN Uji Akuntabilitas Anggaran

  • 10 Apr 2026 20:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Polemik pengadaan motor listrik BGN mencuat dari video viral, memicu pertanyaan publik soal urgensi dan transparansi anggaran.
  • BGN menegaskan pengadaan untuk operasional wilayah terpencil, namun perbedaan data dan kritik DPR memperkuat sorotan publik.
  • Isu ini menjadi ujian akuntabilitas anggaran negara di tengah tekanan fiskal dan tuntutan efisiensi belanja pemerintah.

BGN menyatakan jumlah pengadaan motor listrik tidak sebesar yang beredar dalam narasi publik. Dadan menjelaskan realisasi pengadaan mencapai sekitar 21 ribu unit dari target awal.

"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," ucap Dadan.

Ia menegaskan proses pengadaan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan operasional di berbagai wilayah. Kendaraan yang telah tersedia juga belum didistribusikan karena masih dalam proses administrasi negara.

"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," ujarnya.

BGN juga memastikan tidak ada tambahan anggaran pengadaan motor listrik pada tahun berikutnya. Kebijakan tersebut disebut sebagai bagian dari pengendalian belanja setelah realisasi awal.

"Untuk sementara kita cukupkan dulu sekian, karena ini kan anggaran 2025 ya. Tahun 2026 tidak ada perencanaan lagi untuk pembelian," kata Dadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....