Kilau Perak Koto Gadang, yang Mulai Pudar
- 28 Mar 2026 06:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Koto Gadang, Sumatra Barat merupakan salah satu sentra kerajinan perak di Indonesia
- 2. Kondisi kerajinan perak memprihatinkan, hanya tersisa delapan perajin yang masih bertahan
- 3. Anak muda tidak mau meneruskan kejayaan Koto Gadang sebagai pusat kerajinan perak
Pembuatan kerajinan perak di Koto Gadang, dilakukan secara tradisional dengan 12 tahapan. Tahapan tersebut mulai dari biji perak ditimbang lalu dibakar atau peleburan hingga mencair, kemudian ditempa dan dibentuk dengan benang perak.
Benang perak tersebut selanjutnya dibuat motif atau model lain seperti kelopak bunga hingga miniatur rumah gadang. Kerumitan dalam pembuatannya sehingga harga lebih mahal namun tetap memiliki nilai seni yang tinggi.
Kerajinan perak Koto Gadang lebih halus, elegan dengan ukiran motif yang rumit. Namun mempertahankan unsur lokal dalam desain sebagai identitas Sumatra Barat seperti miniatur rumah gadang.
“Kalau yang jadi daya tarik, ya cincin Minang dan paling dicari karena Koto Gadang terkenal perak dan sulaman. Dari motif dan proses pembuatan beda dari yang lain, lebih sulit dan rumit dengan motif seperti garis kecil dibuat ukiran,” kata Oktri Yeni Ulfa, karyawan Amai Setia.
|
Selanjutnya,
Kerajinan Perak di Koto Gadang harus Dipertahankan
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....