Kilau Perak Koto Gadang, yang Mulai Pudar

  • 28 Mar 2026 06:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Koto Gadang, Sumatra Barat merupakan salah satu sentra kerajinan perak di Indonesia
  • 2. Kondisi kerajinan perak memprihatinkan, hanya tersisa delapan perajin yang masih bertahan
  • 3. Anak muda tidak mau meneruskan kejayaan Koto Gadang sebagai pusat kerajinan perak

Aisyah, pemudi asal Koto Gadang, lahir dan dibesarkan dari keluarga perajin perak. Tetapi ia tidak tertarik untuk meneruskan usaha kerajinan perak.

Aisyah mengatakan prinsip orang tua di Koto Gadang adalah membiarkan anak-anak merantau untuk bekerja atau kuliah. Aisyah, memilih kuliah di Padang dan menjadi seorang jurnalis.

“Prinsip Koto Gadang merantau untuk pendidikan. Fokus utama para orang tua disini adalah membiarkan anak merantau ke luar untuk belajar,” kata Aisyah.

“Kembali ke sini fokus utama bukan melanjutkan kerajinan tapi melestarikan prinsip yang mereka ambil. Misal dibidang teknologi, pangan dan ilmu lainnya dari luar,” ujarnya.

Fauzi Rahman, mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI), Padangpanjang mengatakan tidak memiliki keterampilan dibidang seni. Sehingga Fauzi tidak berminat untuk meneruskan kerajinan perak di Koto Gadang.

“Untuk bidang kesenian masih kurang. Namun khususnya Koto Gadang, saya juga ingin tau bagaimana proses pembuatan perak,” kata Fuazi.

Mandeknya re-generasi membuat kerajinan perak semakin ditinggalkan karena dianggap tidak menjanjikan. Anak muda lebih cenderung kepada profesi lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....