Kilau Perak Koto Gadang, yang Mulai Pudar

  • 28 Mar 2026 06:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Koto Gadang, Sumatra Barat merupakan salah satu sentra kerajinan perak di Indonesia
  • 2. Kondisi kerajinan perak memprihatinkan, hanya tersisa delapan perajin yang masih bertahan
  • 3. Anak muda tidak mau meneruskan kejayaan Koto Gadang sebagai pusat kerajinan perak

Uwais bertahanan sebagai perajin perak di Koto Gadang karena untuk mencari pekerjaan lain, terkendala usia. Oleh sebab itu, Uwais memasarkan kerajinan atau perhiasan perak melalui sistem online.

Pembeli dapat memilih sesuai dengan katalog yang tersedia atau ada permintaan lainnya. Ia bersyukur dalam sebulan menerima 4-5 pemesanan, dan lebih baik daripada harus berjualan secara offline.

“Perajin berkurang yang meneruskan tidak ada, saya kerja cuma ini saja, kalau cari lain usia. Kalau online, bisa memilih desain apakah sesuai atau tidak,” ujar Uwais.

Adapun untuk harga, dijual berbeda-beda tergantung desain atau kerumitan dalam pembuatannya. Uwais mencontohkan cicin pasangan, dibandrol dengan harga Rp650.000-Rp700.000.

“Ada yang Rp800.000. Makin rumit dan bahan mentahnya maka semakin mahal,” ujar Uwais menerangkan.

Uwais Akarni, salah satu perajin perak yang masih bertahan di Koto Gadang, Sumatra Barat. (Foto: RRI Net)
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....