Sejarah Vinyl Atau Piringan Hitam
- 19 Apr 2024 15:24 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan : Vinyl atau piringan hitam adalah sebuah piringan yang digunakan untuk memutar lagu di Gramofon. Piringan hitam sempat populer di tahun 1900an. Di Era saat ini vinyl atau piringan hitam adalah salah satu koleksi bagi penggemar musik. Dalam beberapa tahun terakhir, tren koleksi vinyl atau piringan hitam ini telah membantu memberikan ruang bagi para musisi. Namun bagaimanakah sejarah vinyl itu sendiri ?
Dikutip dari tirto.id Vinyl pertama kali diluncurkan secara komersial pada 1930 oleh sebuah korporat label rekaman RCA Victor, demikian informasinya dikutip dari laman The Vinyl Revivers.Awalnya, vinyl ditemukan sebagai format rekaman pada kecepatan putaran 33 1/3 rpm dan diproduksi dalam bentuk cakram plastik fleksibel berukuran diameter 12 inci.
Sayangnya, usaha tersebut gagal secara komersial karena adanya keragu-raguan konsumen akibat tragedi Great Depression atau penurunan ekonomi secara global. Kendati demikian, perusahaan label musik lain yakni Columbia Records terus mengembangkan teknologi vinyl. Pada 1948, mereka memperkenalkan rekaman Long Play (LP) berukuran 12 inci dengan kecepatan putaran 33 1/3 rpm yang memiliki groove mikro. Sebagai pencipta pertama, RCA Victor tentu tak mau kalah hingga terjadi persaingan sengit dengan Columbia Records.
Persaingan dua perusahaan besar tersebut mengarah pada pengenalan format rekaman lain oleh RCA yang bersaing dengan LP, yaitu Extended Play (EP) berukuran 7 inci dengan kecepatan putaran 45 rpm. Periode antara tahun 1948 hingga 1950 dijuluki "Perang Kecepatan" karena dominasi kedua format tersebut saling bersaing. Setelah periode perang dingin pada 1948 hingga 1950, format LP berukuran 12 inci dengan kecepatan putaran 33 1/3 rpm akhirnya menjadi format utama untuk album, sementara rekaman berukuran 7 inci menjadi format pilihan untuk singel.
Namun, menurut geotimes.id dalam sejarah disebutkan bahwa orang yang pertama kali memberikan jasanya terhadap terciptanya piringan hitam yaitu Alexander Graham Bell. Dengan adanya keinginan dari Alexander Graham Bell tersebut dalam menyusun sebuah desain terkait piringan hitam ini dilandasi oleh adanya pengaruh pekerjaan ayahnya yang merupakan salah seorang ahli dalam bidang fisiologi vokal. Dengan pemahaman mengenai suara, hal tersebut menjadi sebuah aset penting yang dapat memberikan manfaat untuk masa depat, disisi lain Alexander juga tidak ada henti – hentinya dalam mencari cara untuk menciptakan sebuah medium perekam audio.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....