Asal Usul Tari Jugit Kesultanan Bulungan Kalimantan Utara

  • 10 Jan 2024 12:11 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan : Tari jugit adalah tarian selamat datang, yang biasanya dipentaskan oleh penari perempuan. Tari jugit mengisahkan suka cita warga Bulungan saat menyambut tamu. Tarian ini sangat penting dalam acara-acara resmi di Kesultanan Bulungan tempo dulu.

Berdasarkan asal-usulnya, tari jugit adalah buah karya 2 seniman yang juga merupakan laksamana dari kesultanan Bulungan. Mereka adalah Datuk Maulana dan Datuk Mahubut. Diperkirakan bahwa tari jugit lahir sekitar paruh kedua pada abad ke-18 Masehi. Tari jugit dikenal sakral, karena hanya boleh dilakukan di wilayah istana (keraton).

Tari jugit merupakan harta budaya dari Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Tari jugit diiringi lagu yang berupa syair dan biasanya dinyanyikan lebih dari satu orang. Karena kesakralannya pula, tari jugit asli Kesultanan Bulungan ini hanya dipentaskan untuk acara resmi (dari pemerintah) atau event tertentu. Tari Jugit ini terdiri dari 2 macam yaitu Jugid paman dan jugit demaring dengan masing-masing ciri dan fungsinya.

Menurut cerita, tidak mudah untuk menjadi seorang penari jugit di istana. Syarat yang penting adalah penari tidak memiliki ikatan dengan pihak kesultanan Bulungan. Artinya, tidak memiliki keluarga yang memiliki akses ke istana raja, atau orang dengan jabatan tokoh penting di kesultanan (tokoh agama, pemuka adat).

Instruktur tari akan mencari gadis Bulungan dengan rambut panjang terurai, sehat jasmani rohani dan cantik. Jika orang tuanya mengizinkan, gadis tersebut akan dibawa ke istana untuk mengikuti seleksi. Penari harus mampu membedakan antara tari jugit Paman dan Demaring.

Penari juga harus bisa menampilkan etika seni yang santun. Para penari betul-betul dijaga kesehatannya baik jasmani (tubuh lahiriahnya) maupun rohani (mentalnya). Karena, para penari didampingi terus oleh instruktur dan pengawal, serta di bawah perlindungan Sultan Bulungan. (HS)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....