Lestarikan Tradisi, Gawai Dayak XXII Gelar Lomba Tumbuk Padi
- 08 Jul 2026 20:10 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau – Lomba menumbuk padi dalam Gawai Dayak Nosu Minu Podi ke-XXII di Rumah Betang Dori' Mpulor tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal proses tradisional mengolah padi menjadi beras. Koordinator Lomba Menumbuk Padi, Paulina Ellan mengatakan kegiatan tersebut bertujuan melestarikan budaya Dayak agar tetap dikenal oleh generasi penerus.
"Kami ingin melestarikan agar anak-anak zaman sekarang tahu bagaimana orang tua zaman dulu menumbuk padi, padi itu jadi beras sehingga bisa jadi nasi. Kalau sekarang anak-anak tahunya magic jar, tidak tahu proses bagaimana, dan ada mesin untuk penggilingan padi," kata Ellan di Rumah Betang Dori' Mpulor, Kabupaten Sanggau, Rabu 8 Juni 2026.
Ia menjelaskan, lomba menumbuk padi tahun ini diikuti tiga kategori, yakni kategori ibu-ibu, pelajar SLTA, dan bapak-bapak yang telah berkeluarga. Menurutnya, pelibatan berbagai kelompok peserta menjadi bagian dari upaya mengenalkan tradisi menumbuk padi kepada seluruh lapisan masyarakat.
"Untuk lomba menumbuk padi ini ada tiga kategori. Yang pertama kategori ibu-ibu, kemudian kategori pelajar SLTA, dan yang ketiga kategori khusus bapak-bapak," ucapnya.
Ellan mengungkapkan, penilaian lomba tidak hanya didasarkan pada kecepatan peserta menyelesaikan proses menumbuk padi. Dikatakan, dewan juri juga memperhatikan kebersihan hasil tumbukan, kualitas beras yang dihasilkan, serta kekompakan setiap regu selama perlombaan berlangsung.
"Bukan yang cepat selesai yang bagus, tetapi hasilnya harus bersih, tidak banyak yang patah. Kemudian yang dinilai juga kekompakan karena dalam satu regu ada yang menumbuk, menampi, dan membersihkan," ungkapnya.
Ia berharap lomba menumbuk padi terus menjadi bagian dari rangkaian Gawai Dayak Nosu Minu Podi sebagai media pelestarian budaya. Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya memperkenalkan cara mengolah padi secara tradisional, tetapi juga mewariskan nilai gotong royong kepada generasi muda.
"Jadi, itu yang ingin kami lestarikan di kegiatan Gawai Adat Nosu Minu Podi ini," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....