Kodam XII/Tanjungpura Gelar Karya Bakti Skala Besar di Perbatasan

  • 22 Jul 2026 18:44 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Kodam XII/Tanjungpura melaksanakan karya bakti skala besar di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Kasdam XII/Tanjungpura, Brigjen (TNI) Bambang Sujarwo mengatakan, program tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah melalui TNI untuk membantu masyarakat di kawasan perbatasan antar negara di Kabupaten Sanggau, Sintang dan Bengkayang.

"Kegiatan karya bakti skala besar di wilayah Kodam XII/Tanjungpura, khususnya di daerah perbatasan ini tujuannya adalah bahwa pemerintah hadir untuk masyarakat dalam rangka menyejahterakan masyarakat melalui TNI, khususnya Kodam XII/Tanjungpura," kata Brigjen Bambang di Pasar Modern PLBN Entikong, Rabu 22 Juli 2026.

Brigjen Bambang menyampaikan, karya bakti skala besar memiliki dua sasaran utama, yakni kegiatan fisik dan nonfisik. Ia memaparkan, sasaran fisik meliputi pembangunan 70 jembatan, 50 sumur bor, 20 MCK, 75 rumah tidak layak huni, renovasi enam sekolah, dua rumah singgah, serta dua tempat ibadah.

"Kemudian kegiatan karya bakti skala besar ini ada dua sasaran, yaitu sasaran fisik dan sasaran non-fisik. Sasaran fisik meliputi 70 jembatan, 50 sumur bor, 20 MCK, 75 rumah tidak layak huni, enam renovasi sekolah, dua rumah singgah, dan dua tempat ibadah," ucapnya.

Selain pembangunan infrastruktur, disebutkan kegiatan nonfisik juga dilaksanakan melalui berbagai layanan sosial dan kesehatan bagi masyarakat. Ia menerangkan, program tersebut meliputi pengobatan gratis, pembagian sembako, pemeriksaan mata dan pemberian kacamata baca, operasi bibir sumbing, operasi katarak, hingga penanaman mangrove.

"Kemudian non-fisik, kita melaksanakan pengobatan gratis, pemberian sembako, pemeriksaan mata dan memberikan kacamata baca kepada masyarakat secara gratis, operasi bibir sumbing, operasi katarak, kemudian ada penanaman mangrove, dan lain sebagainya," ungkapnya.

Ia berharap seluruh hasil pembangunan dapat dipelihara dan dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. Ia juga mengajak pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat untuk terus bergotong royong membangun wilayah perbatasan demi memperkuat persatuan dan meningkatkan kesejahteraan warga.

"Kami berharap hasil-hasil kegiatan, khususnya yang fisik, bisa dipelihara, dirawat, dan bermanfaat kepada masyarakat dalam jangka yang cukup panjang. Kami juga berharap semua stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat bisa bergotong royong membangun wilayah perbatasan sehingga masyarakat lebih cinta kepada Indonesia dan meningkatkan persatuan serta kesatuan," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....