Petani Milenial Sambas Lestarikan Budaya Melayu lewat Sawah
- 16 Jul 2026 21:18 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Dunia pertanian ternyata tidak hanya berbicara soal hasil panen, tetapi juga menyimpan warisan budaya yang perlahan mulai terlupakan. Seorang petani milenial asal Sambas, Juharis, memilih merawat kekayaan tersebut dengan menuliskannya agar tetap dikenal generasi mendatang.
Tak hanya bertani, Juharis juga merupakan penulis budaya bertani Melayu Sambas, yang aktif mendokumentasikan berbagai istilah tradisional yang digunakan masyarakat dalam aktivitas bertani. Langkah itu dilakukan sebagai upaya menjaga identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
"Saya menulis istilah-istilah bertani sebagai inventaris masa depan agar tetap bisa dinikmati anak cucu kita. Budaya tidak hanya lahir dari keraton atau kerajaan, tetapi juga tumbuh dari kehidupan petani di sawah dan ladang," ungkap Haris dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Kamis, 16 Juli 2026.
Haris menjelaskan setiap daerah memiliki kekayaan bahasa dan filosofi bertani yang berbeda sehingga layak didokumentasikan. Menurutnya, banyak istilah lokal yang perlahan menghilang karena semakin jarang digunakan oleh generasi muda.
"Ada banyak istilah bertani masyarakat Melayu Sambas yang menyimpan makna mendalam dan belum banyak diketahui. Jika tidak ditulis mulai sekarang, kekayaan bahasa itu perlahan akan hilang ditelan perkembangan zaman," jelas Haris.
Ia mengatakan, aktivitas menulis menjadi bagian dari upaya melestarikan sejarah sekaligus memperkenalkan sisi lain dunia pertanian yang selama ini kurang mendapat perhatian. Selain bertani, ia juga terus berupaya memperkaya literasi mengenai budaya lokal melalui berbagai media.
Haris mengajak generasi muda untuk tidak hanya melihat pertanian dari sisi ekonomi, tetapi juga sebagai bagian penting dari identitas budaya daerah. Ia berharap semangat menjaga pangan dan melestarikan warisan budaya terus tumbuh demi keberlanjutan kehidupan di masa depan.
"Saya berharap semakin banyak anak muda mencintai pertanian sekaligus menghargai budaya yang lahir dari kehidupan petani. Melestarikan budaya dan menjaga pangan adalah dua hal yang bisa berjalan berdampingan," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....