Lomba Memahat dan Melukis Perisai Angkat Nilai Budaya Dayak
- 10 Jul 2026 18:12 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Gawai Dayak Nosu Minu Podi ke XXII Kabupaten Sanggau di Rumah Betang Dori M'Pulor, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, dimeriahkan dengan berbagai perlombaan. Salah satunya lomba melukis perisai dan memahat yang kembali menjadi agenda dalam rangkaian gawai tahun ini.
"Tahun ini untuk kategori memahat kami mengusung tema suvenir dan pajangan. Harapannya, hasil karya peserta tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga bernilai ekonomi dan dapat menjadi barang kenang-kenangan,” kata Wakil Ketua Panitia Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi ke XXII Kabupaten Sanggau, Pasianus Purwadi, Kamis, 9 Juli 2026.
Pasianus menjelaskan, tema tersebut berbeda dengan penyelenggaraan tahun lalu yang lebih menitikberatkan pada makna karya. Menurutnya, hasil pahatan peserta tahun ini juga berpeluang dilelang sehingga dapat dimiliki masyarakat sebagai cendera mata khas Gawai Dayak.
"Untuk lomba melukis perisai tetap mengacu pada makna perisai sebagai pelindung diri. Motif-motif yang dilukiskan memiliki makna untuk melindungi diri sekaligus menakuti lawan,” jelasnya.
Ia menyebut, jumlah peserta lomba tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Lomba melukis perisai diikuti 12 peserta dari 12 kecamatan, sedangkan lomba memahat diikuti 5 peserta.
"Peserta memang sedikit berkurang karena sejak tahun ini setiap kecamatan juga menyelenggarakan gawai sendiri, sehingga anggaran untuk mengikuti gawai di tingkat kabupaten menjadi terbatas. Meski demikian, antusiasme masyarakat untuk menyaksikan Gawai Dayak Nosu Mino Podi tetap tinggi,” tuturnya.
Pasianus berharap, konsep baru pada lomba memahat dapat mendorong lahirnya karya yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga memiliki nilai jual. Menurutnya, langkah tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan seni ukir Dayak kepada masyarakat yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....