Program SABADIV Edukasi Lawan HIV/AIDS
- 02 Jul 2026 12:16 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Peran generasi muda dinilai sangat penting dalam mendukung upaya pencegahan HIV/AIDS melalui edukasi yang berkelanjutan. Selain meningkatkan pengetahuan masyarakat, keterlibatan anak muda juga diharapkan mampu menghilangkan stigma yang masih melekat terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
Duta HIV/AIDS Kalimantan Barat 2025, Resky Febrianus Yuga, mengatakan usai terpilih sebagai Duta HIV/AIDS Kalbar 2025 dirinya langsung menginisiasi program SABADIV (Sadar Bahaya HIV) sebagai gerakan edukasi yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDS. Menurutnya, program tersebut memiliki tiga misi utama atau 3M, yakni Memberikan Informasi, Memeriksa Status, dan Menghapus Stigma.
"Program yang saya bawa sebagai Duta HIV/AIDS Kalbar 2025 adalah SABADIV atau Sadar Bahaya HIV. Program ini memiliki tiga fokus utama, yaitu memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, mengajak masyarakat berani memeriksa status HIV secara sukarela, serta menghapus stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS agar mereka mendapatkan dukungan yang layak," kata Resky Febrianus Yuga dalam Obrolan Sore Ceria RRI Sanggau, Rabu 1 Juli 2026.
Menurut Resky, misi pertama melalui Memberikan Informasi bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai HIV/AIDS, mulai dari cara penularan, upaya pencegahan, hingga pentingnya perilaku hidup sehat. Ia menilai masih banyak masyarakat, terutama remaja, yang memperoleh informasi dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sehingga memunculkan kesalahpahaman mengenai HIV/AIDS.
Sementara itu, melalui misi Memeriksa Status, Resky mendorong masyarakat untuk tidak takut melakukan tes HIV secara sukarela sebagai langkah deteksi dini. Mengetahui status HIV sejak awal akan memudahkan seseorang memperoleh layanan kesehatan dan pengobatan sehingga dapat menjalani kehidupan yang sehat dan produktif.
"Saya ingin masyarakat memahami bahwa tes HIV bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Semakin cepat seseorang mengetahui status kesehatannya, maka semakin cepat pula mendapatkan pendampingan dan pengobatan. Di sisi lain, kita juga harus berhenti memberikan stigma kepada ODHA karena mereka berhak hidup, berkarya, dan mendapatkan perlakuan yang setara," ujarnya.
Resky menambahkan, misi terakhir dalam program SABADIV adalah Menghapus Stigma, karena diskriminasi masih menjadi salah satu hambatan terbesar dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS. Menurutnya, stigma membuat sebagian orang enggan melakukan pemeriksaan maupun pengobatan karena takut dikucilkan oleh lingkungan sekitar.
Ia mengajak seluruh generasi muda untuk menjadi agen perubahan dengan menyebarkan informasi yang benar mengenai HIV/AIDS, mengedepankan sikap peduli terhadap sesama, serta mendukung setiap upaya pencegahan yang dilakukan di lingkungan masing-masing. Melalui gerakan bersama, angka penularan HIV dapat ditekan dan stigma terhadap ODHA dapat dihilangkan secara bertahap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....