Resky Perangi Stigma HIV/AIDS di Kalbar

  • 01 Jul 2026 20:35 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Menjadi Duta HIV Kalimantan Barat bukan hanya gelar, melainkan tanggung jawab menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit tersebut. Peran ini mencakup penyebarluasan edukasi mengenai pencegahan, pentingnya tes dan pengobatan, serta upaya mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).

Hal tersebut disampaikan Resky Febrianus Yuga, Duta HIV/AIDS Kalimantan Barat tahun 2025 dalam Obrolan Sore Ceria RRI PRO2 Sanggau, Rabu 1 Juli 2026. Menurutnya, latar belakang pendidikan sebagai mahasiswa kedokteran dan peran Duta HIV tidak hanya sebatas menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi jembatan dalam membangun pemahaman yang benar mengenai HIV/AIDS.

"Sebagai mahasiswa kedokteran, saya sering melihat masalah kesehatan itu bukan cuma soal mengobati di rumah sakit saja tetapi itu bagaimana cara mencegahnya terlebih dahulu dan HIV/AIDS di Kalimantan Barat itu sendiri masih menjadi tantangn besar terutama karena tingginya stigma dan diskriminasi terhadap orang penderita HIV/AIDS," jelas dia.

Resky menambahkan, perannya sebagai Duta HIV Kalimantan Barat membawa visi, misi, serta sejumlah program kerja. Salahsatunya, program Sadar Bahaya HIV yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang HIV. Ia juga telah melaksanakan berbagai kegiatan edukasi dan penyuluhan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan HIV.

"Terpilihnya saya menjadi Duta HIV/AIDS, saya itu membawa program SABADIV yang artinya Sadar Bahaya HIV, dengan tugas utama yaitu adalah tiga M, Mengedukasi, mengadvokasi dan menginspirasi," katanya.

Ia menyampaikan, dirinya berperan sebagai perpanjangan tangan dalam mendukung program pemerintah terkait eliminasi HIV atau Three Zeros, yang mencakup nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, dan nol diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS. Selain itu, ia aktif melakukan kampanye digital melalui media sosial dengan memanfaatkan berbagai platform untuk menyebarluaskan konten edukatif dan positif.

"Menjadi perpanjangan tangan untuk mendukung program pemerintah seperti eliminasi HIV atau Three Zeros itu, dan kampanye digital juga dilakukan dimana saya memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan luaskan konten positif dari memutus rantai dari HIV/AIDS itu sendiri," ungkapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....