Begini Cara Nakes Cek Status Gizi Ibu Hamil

  • 26 Jun 2026 00:00 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Pemenuhan gizi selama kehamilan penting diperhatikan karena berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan pertumbuhan janin. Namun di Kabupaten Sanggau masih ditemukan ibu hamil dengan kondisi gizi yang beragam, mulai dari normal hingga mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Ahli Gizi Sanggau, Dwi Mustika Wati dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Kamis 25 Juni 2026 menjelaskan, seorang ibu hamil umumnya dikategorikan memiliki status gizi normal apabila hasil pengukuran lingkar lengan atas mencapai minimal 23,5 sentimeter. Sementara itu, jika hasil pengukuran berada di bawah angka tersebut, ibu hamil dapat dikategorikan mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).

"Kalau kurang dari standar itu dikatakan KEK, nah kalau dia normal sesuai standar. Biasanya kalau normal itu lingkar lengan atas 23,5 senti," ungkap Dwi Mustika.

Sedangkan pada balita, Dwi Mustika menyampaikan, penilaian status gizi dilakukan melalui beberapa indikator, yaitu berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), serta berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) untuk mengetahui kondisi pertumbuhan dan perkembangan anak. Khusus untuk anak berusia dibawah dua tahun, pengukuran tinggi badan menggunakan indikator panjang badan.

"Sedangkan untuk balita penilaiannya gizinya ada berdasarkan berat badan berat umur tinggi badan menurut umur dan berat badan menurut tinggi badan atau misalnya di bawah dua tahun disebut juga panjang badan," ungkapnya.

Menurutnya, berat badan menurut umur (BB/U) ditentukan melalui pengukuran berat badan anak dengan cara ditimbang, kemudian hasilnya dibandingkan dengan standar yang berlaku untuk melihat apakah sesuai atau tidak. Dalam praktiknya, petugas kesehatan biasanya menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) sebagai acuan untuk memantau grafik pertumbuhan anak dari waktu ke waktu dan dari grafik tersebut dapat terlihat pertumbuhan anak.

"Berat badan menurut umur itu kita menentukannya dengan ditimbang badannya, apakah berat badannya sesuai standar atau tidak biasanya kami melihatnya dari grafik pertumbuhan atau KMS ," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....