Ketua LPTQ Sanggau Ingatkan Kafilah Selesaikan Masalah dengan Musyawarah

  • 21 Jun 2026 10:46 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Sanggau, Burhanuddin mengingatkan peserta MTQ ke XXXIV untuk mematuhi petunjuk teknis yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) LPTQ nomor 04/LPTQ-SGU/II/2026. Dalam surat edaran tersebut, lanjut Burhanuddin, menjelaskan enam poin penting terkait pelaksanaan MTQ.

"Pertama, waktu penyelenggaran. Kedua, cabang musabaqah dan peserta. Ketiga, sistem musabaqah. Keempat, waktu musabaqah dan waktu tampil. Kelima, pendaftaran peserta dan Keenam, sanksi-sanksi. Dan, total ada lima cabang dengan 21 golongan lomba," ujar Burhanuddin saat membuka Technical Meeting di Gedung Utin Wangi Gusti Jakfar, Tayan Hilir, Minggu 21 Juni 2026.

Kepada para peserta, Burhanuddin berpesan untuk menyelesaikan kendala yang dihadapi saat pelaksanaan MTQ dengan mengedepankan musyawarah. Dia mengingatkan, tujuan utama MTQ yakni mempererat silaturahmi.

"Karena kita ini semua adalah keluarga besar. Tujuan kita bukan hanya meraih prestasi tapi yang tak kalah pentingnya adalah mempererat silaturahmi antar kita semua. Raihlah prestasi dengan penuh martabat," ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Dewan Hakim, Khairudin menjelaskan secara rinci teknis pelaksanaan termasuk masalah-masalah yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan MTQ. Misalnya, bila peserta sakit berdasarkan keterangan official maka dapat diberikan jeda.

"Begitu juga kalau listrik tiba-tiba padam maka peserta masih diberikan kesempatan untuk mengulang pada saat listrik nyala kepada undian berikutnya untuk tampil, baru setelah itu yang bersangkutan," sambungnya.

Kepada seluruh peserta, Khairudin juga mengingatkan, ketika sudah di meja pertandingan maka peserta tidak boleh memegang mikrofon. Dikatakan, letak mikrofon sudah diatur oleh petugas dan disesuaikan dengan standar lomba.

"Tolong informasikan kepada peserta nanti jangan memegang mikrofon. Biarkan saja petugas yang mengaturnya. Kadang anak-anak kita ini kan saking latahnya megang mikrofon. Jadi kita sepakati semua bahwa peserta tidak boleh memegang mikrofon, sepakat ya," tutupnya. (Abang Indra).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....