MTQ Sanggau Menumbuhkan Generasi Pecinta Al-Qur'an

  • 15 Jun 2026 15:59 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tidak hanya dimaknai sebagai ajang perlombaan membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menyiapkan generasi Qurani yang berprestasi, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman dengan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai lembaga keagamaan diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang religius serta memiliki kontribusi positif bagi masyarakat.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Sanggau, Burhanuddin, mengatakan keberadaan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Menurutnya, TPA bukan sekadar tempat belajar membaca Al-Qur'an, melainkan sarana pendidikan yang menanamkan akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

“TPA tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadi wadah pembentukan akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, serta benteng moral bagi generasi muda di tengah derasnya arus perkembangan zaman,” ungkap Burhanuddin dalam Dialog Sanggau Menyapa, Senin 16 Juni 2026.

Ia menjelaskan, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat serta sulit dibendung. Karena itu, pendidikan keagamaan perlu terus diperkuat agar anak-anak memiliki pegangan hidup yang kokoh dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Menurutnya, keberhasilan dalam mencetak generasi Qurani tidak dapat dibebankan hanya kepada pengajar TPA semata, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif dari berbagai pihak secara berkesinambungan. Orang tua, masyarakat, tokoh agama, serta lembaga pendidikan harus berjalan beriringan dalam memberikan pembinaan dan keteladanan kepada anak-anak.

Burhanuddin menyebut bahwa kolaborasi yang kuat antara keluarga, TPA, dan lingkungan sekitar akan menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dengan pembinaan yang tepat, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang religius, tangguh, berakhlak mulia, serta memiliki semangat untuk terus berprestasi.

“Kolaborasi antara TPA, masyarakat, dan orang tua sangat diperlukan agar lahir generasi Qurani yang religius, tangguh, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan masyarakat,” katanya.

Burhanuddin berharap pelaksanaan MTQ Sanggau 2026 tidak hanya melahirkan qari dan qariah berprestasi, tetapi juga menjadi penggerak semangat mencintai Al-Qur'an di tengah masyarakat secara lebih luas. Melalui pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan terwujud generasi Qurani yang mampu menjadi penerus bangsa yang berkualitas, berintegritas, dan membawa manfaat bagi sesama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....