PT ASP Pastikan Sapras Karhutla Siap
- 11 Jun 2026 20:51 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – PT Agrina Sawit Perdana (ASP) Sanggau menyatakan seluruh sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran hutan dan lahan telah siap digunakan menghadapi musim kemarau 2026. Manager Humas PT ASP Sanggau, Muhammad Rafii Rangkuti menerangkan, kesiapan tersebut meliputi personel, mesin pompa, selang, menara pantau, hingga embung sebagai sumber air pemadaman.
“Alhamdulillah sekarang sudah 100 persen terpenuhi dan kemarin juga kita sudah melakukan audit. Untuk kelengkapan sarana dan prasarana ini memang dipantau oleh dinas terkait,” kata Rafii disela kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan karhutla di Kantor Camat Kapuas, Kamis 11 Juni 2026.
Menurut Rafii, kesiapan perusahaan tidak hanya mencakup peralatan pemadam, tetapi juga personel yang bertugas di lapangan. Seluruh perlengkapan yang menjadi standar penanggulangan karhutla telah diperiksa dan dipastikan dalam kondisi layak pakai.
“Itu mulai dari personel yang bertugas, perlengkapannya, selang sampai mesinnya. Termasuk juga menara pantau yang sekarang ini sudah kita siapkan dan siap pakai semua,” ungkapnya.
Ia mengatakan, pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh peralatan dapat berfungsi saat dibutuhkan. Perusahaan juga telah menggerakkan tim di lapangan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
“Kemarin juga kita sudah lihat kondisinya dan semuanya layak pakai untuk saat ini. Bahkan sekarang kita sudah bergerak baik di lapangan maupun di desa,” ucapnya.
Selain peralatan pemadam, ia menyebut, PT ASP juga memastikan ketersediaan sumber air sebagai pendukung utama dalam penanganan kebakaran lahan. Salah satu sumber air yang disiapkan perusahaan adalah embung yang tersebar di sekitar area operasional.
“Termasuk embung juga kemarin kita sudah lihat potensi airnya. Jadi itu menjadi salah satu pendukung kita ketika nanti ada kebakaran lahan di lapangan,” katanya.
Rafii menambahkan, kesiapan sarana dan prasarana ini merupakan bagian dari langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026. Dengan dukungan peralatan yang memadai, perusahaan berharap penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan efektif apabila terjadi kebakaran.
“Karena perkiraan kemarau tahun ini cukup panjang, maka seluruh aspek pendukung penanggulangan karhutla harus benar-benar siap sejak sekarang,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....