Hadapi Kemarau, PT ASP Gencarkan Edukasi Karhutla
- 11 Jun 2026 20:54 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – PT Agrina Sawit Perdana (ASP) Sanggau menggelar sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kantor Camat Kapuas, Kamis 11 Juni 2026. Manager Humas PT ASP Sanggau, Muhammad Rafii Rangkuti menyebut, kegiatan ini melibatkan unsur Muspika, BPBD, Manggala Agni, pemerintah desa, serta masyarakat sekitar perusahaan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau panjang.
“Untuk hari ini kita melakukan kegiatan sosialisasi terkait antisipasi, pencegahan, dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Ini juga merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan terhadap masyarakat yang berada di sekitar perusahaan,” kata Rafii saat diwawancarai di sela kegiatan sosialisasi di Kantor Camat Kapuas.
Menurut Rafii, upaya pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, perusahaan terus membangun koordinasi dengan BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat untuk melakukan pemantauan serta patroli bersama di lapangan.
| Baca juga: PT ASP Pastikan Sapras Karhutla Siap |
“Kami bersama pemerintah daerah, Manggala Agni, Koramil, Polsek, pemerintah desa, dan masyarakat terus melakukan patroli serta pemantauan agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini,” ungkapnya.
Ia mengatakan, sosialisasi dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang tahun ini. Berdasarkan informasi BMKG, periode kemarau diprediksi terjadi mulai pertengahan Juni hingga September 2026.
“Berdasarkan informasi BMKG, kita akan menghadapi kemarau yang cukup panjang. Karena itu kami sudah menyiapkan langkah-langkah pencegahan, baik dari aspek sosial maupun kesiapan peralatan di lapangan,” ucapnya.
Selain melakukan pemantauan, Ia memaparkan, perusahaan juga memberikan pendampingan kepada masyarakat yang membuka lahan di sekitar wilayah perkebunan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran yang dapat merembet ke area lain.
“Biasanya petani yang akan melakukan kegiatan pertanian berkoordinasi dengan kami. Kemudian kita melakukan pendampingan di lapangan agar tidak terjadi rambatan api yang tidak terkendali,” katanya.
Rafii menambahkan, PT ASP telah memastikan seluruh sarana dan prasarana penanggulangan karhutla dalam kondisi siap digunakan. Kesiapan tersebut mencakup personel, peralatan pemadam, menara pantau, hingga embung sebagai sumber air untuk mendukung penanganan di lapangan.
“Seluruh sarana dan prasarana sudah terpenuhi seratus persen dan telah diaudit. Termasuk menara pantau dan embung yang saat ini dalam kondisi siap digunakan untuk mendukung penanganan karhutla,” ungkapnya.
Melalui sosialisasi ini, Ia berharap kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dapat semakin memperkuat upaya pencegahan karhutla. Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk meminimalkan risiko kebakaran selama musim kemarau berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....