Polisi Rekonstruksi Lakalantas yang Tewaskan Dua Remaja Sekayam

  • 03 Jun 2026 20:38 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Polsek Sekayam melakukan rekonstruksi dan pendalaman penyidikan terhadap kecelakaan lalu lintas yang menewaskan dua remaja di Jembatan Suban, Jalan Lintas Malindo, Dusun Paus, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau. Rekonstruksi dilakukan sehari setelah peristiwa nahas yang merenggut nyawa HM (15) dan ARM (12), dua remaja Kecamatan Sekayam.

Kapolsek Sekayam, AKP Sutikno mengatakan, penyidik bersama Unit Gakkum Satlantas melakukan pengukuran ulang lokasi kejadian, memeriksa titik benturan, serta mencocokkan keterangan saksi dengan kondisi di lapangan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan kronologi kejadian sekaligus mengungkap faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan hingga menimbulkan korban jiwa.

"Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, ditemukan bekas benturan pada pembatas Jembatan Suban yang diduga menjadi titik pertama terjadinya kecelakaan. Penyidik juga telah mengumpulkan keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian," ungkap Sutikno, Rabu 3 Juni 2026.

Menurutnya, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sepeda motor yang dikendarai HM diduga melaju dari arah Balai Karangan menuju Dusun Paus. Saat memasuki kawasan jembatan, pengendara diduga berusaha mendahului kendaraan lain yang berada di depannya.

"Pada saat yang sama, sepeda motor yang dikendarai IS (36) berada di jalur yang sama dan hendak berbelok menuju area pencucian kendaraan di dekat jembatan. Kondisi jalan yang relatif sempit di area jembatan diduga membuat ruang manuver pengendara menjadi terbatas," jelasnya.

Dikatakan, penyidik menduga HM kehilangan kendali ketika mencoba menghindari kendaraan di depannya. Motor kemudian menghantam pembatas jembatan dengan keras hingga menyebabkan kedua korban terlempar dari kendaraan.

“Korban diduga mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi, dan tidak berhasil menghindari kendaraan di depan, akhirnya menabrak pembatas jembatan,” ucapnya.

Hasil olah tempat kejadian perkara kata Sutikno, menunjukkan ARM terpental ke bawah jembatan setelah benturan terjadi, sedangkan HM terjatuh di badan jalan. Cedera berat yang dialami keduanya menyebabkan korban meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan penanganan medis.

"Kami masih mendalami seluruh aspek yang berkaitan dengan peristiwa ini. Setiap keterangan saksi dan barang bukti akan dicocokkan agar diperoleh kesimpulan yang objektif mengenai penyebab kecelakaan," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....