KUA Bonti Ingatkan Bahaya Menunda Taubat

  • 02 Jun 2026 12:26 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, EntikongTidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajal akan dating, karena itu, umat Islam diingatkan untuk tidak menunda taubat setelah melakukan dosa, sekecil apa pun kesalahan yang diperbuat. Menunda pertaubatan dikhawatirkan dapat membuat hati semakin jauh dari petunjuk Allah SWT dan mengurangi keinginan untuk memperbaiki diri.

Pelaksana Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bonti, Karyadi, menyampaikan bahwa taubat merupakan kewajiban yang harus segera dilakukan ketika seseorang menyadari telah melakukan perbuatan dosa. Menurutnya, kesadaran untuk mengakui kesalahan dan kembali ke jalan yang benar menjadi langkah penting dalam kehidupan seorang muslim.

"Taubat hukumnya wajib dilakukan seketika begitu seseorang melakukan perbuatan dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil. Janganlah kita meremehkan sebuah maksiat dan melalaikan pertaubatan," kata Karyadi dalam program Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Selasa 2 Juni 2026.

Ia menjelaskan, hakikat taubat bukan hanya memohon ampun melalui ucapan, tetapi juga diwujudkan dengan penyesalan yang tulus, meninggalkan perbuatan maksiat, serta berkomitmen untuk tidak mengulanginya di masa mendatang. Taubat, menurutnya, harus menjadi titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Karyadi mengatakan setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa. Namun, yang membedakan adalah kesediaan seseorang untuk menyadari kekeliruannya dan berusaha memperbaiki diri sebelum terlambat.

"Segeralah bertaubat dari segala jenis dosa dengan cara meninggalkan perbuatan-perbuatan maksiat yang pernah dilakukan. Menyesallah karena tidak menjaga hak Allah SWT yang telah menciptakan kita dan mengaruniakan begitu banyak nikmat yang tidak terhitung jumlahnya," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak umat Islam untuk memperkuat tekad dalam meninggalkan segala bentuk kemaksiatan. Menurutnya, keinginan yang sungguh-sungguh untuk berubah merupakan kunci agar seseorang tidak kembali terjerumus pada kesalahan yang sama.

Karyadi mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan tidak ada yang mampu memastikan berapa lama waktu yang masih dimiliki. Karena itu, setiap kesempatan harus dimanfaatkan untuk memperbanyak amal kebaikan dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

"Sebelum ajal menjemput, mulai saat ini bertekad bulatlah agar maksiat-maksiat itu tidak lagi kita lakukan. Kita tidak tahu kapan akan meninggalkan dunia yang sementara ini," katanya.

Karyadi berharap umat Islam menjadikan taubat sebagai bagian dari upaya memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan kesadaran untuk segera memperbaiki diri, seseorang tidak hanya memperoleh ketenangan hidup, tetapi juga mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....