Ketua DPRD Sanggau: Masyarakat Kecil Jangan Dikorbankan
- 04 Mei 2026 22:31 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Hendrikus Hengki mengaku memahami aksi damai yang dilakukan warga masyarakat Desa Semanget dan sekitarnya di Kecamatan Entikong dan Sekayam di Mapolres Sanggau. Aksi damai tersebut, menurutnya, bentuk dukungan sesama warga dan pekerja Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terhadap penangkapan rekannya pekan lalu.
"Masyarakat itu bekerja (PETI) hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Memang secara aturan apa yang mereka lakukan itu salah, tapi ini yang ditangkap dengan barang bukti 12 gram, itupun mereka kumpulkan seminggu, karena mereka ramai kalau dibagi dipotong operasional mungkin tidak sampai Rp100 ribu mereka dapat, inikan sangat miris," kata Hendrikus Hengki dilokasi aksi damai, Senin 4 Mei 2026.
Dia menyampaikan, jika aparat Kepolisian mau menindak secara tegas PETI ini, selesaikan semua PETI yang ada di Kabupaten Sanggau. "Jangan ada satupun PETI bekerja," sambungnya.
"Inikan seolah-olah masyarakat kecil yang bekerja ini saja yang dikorbankan, ini yang menjadi persoalan dan kemarahan masyarakat," imbuhnya.
Dia menilai, selama negara belum mampu menyiapkan lapangan kerja dan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Maka, selama itu pula aktifitas PETI yang dilakukan masyarakat tetap ada.
"Kalau negara ini hadir, berilah mereka ini WPR dan IPR supaya masyarakat bisa bekerja dengan tenang tidak diganggu-ganggu lagi untuk menghidupi keluarganya," terang dia.
Kepada pihak Kepolisian, Hengki meminta tidak memperpanjang persoalan ini. Meskipun secara aturan dilarang, namun kedepankan rasa kemanusiaan.dalam penegakan hukum.
"Lepaskanlah mereka berdua ini, jangan sampai persoalan ini memjadi melebar yang memicu dukungan dari Kecamatan-Kecamatan lain datang ke Sanggau," tutupnya. (Abang Indra).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....