Antrean BBM di Sanggau Sopir Truck Terpaksa Beli Eceran

  • 20 Apr 2026 19:58 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi memberikan efek domino yang nyata bagi masyarakat di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Para pelaku usaha transportasi, khususnya angkutan sawit, kini harus menghadapi situasi sulit akibat stok BBM yang sering habis di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Marselus Tomi, seorang warga Sanggau yang sehari-hari menggunakan jasa angkutan sawit, mengungkapkan bahwa akses mendapatkan BBM di wilayahnya cukup menantang. Jarak tempuh menuju SPBU yang jauh menjadi kendala utama bagi para pengemudi angkutan di daerah pedalaman.

"Kondisinya agak sulit, karena SPBU di wilayah kami lokasinya cukup jauh dari daerah operasional angkutan sawit," ungkap Marselus Tomi dalam dialog RRI Sanggau menyapa, Senin 20 April 2026.

Selain faktor jarak, Tomi menyampaikan keluhannya mengenai antrean kendaraan yang mengular di SPBU setiap harinya. Banyak kendaraan yang sudah bersiap sejak pagi hari, namun seringkali tidak mendapatkan kuota BBM karena stok yang terbatas dan cepat habis.

"Seringkali saat kita mengantre, stok minyak sudah habis karena banyak mobil yang sudah bersiap lebih dulu," ujarnya

Sebagai solusi terakhir, diakuinya, para pengemudi terpaksa membeli BBM di kios-kios eceran dengan harga yang jauh lebih mahal dibandingkan harga resmi di SPBU. Hal ini tentu berdampak langsung pada biaya operasional pengangkutan yang membengkak di tengah kenaikan harga BBM non-subsidi.

Kondisi ini para sopir angkutan truck mendapat perhatian dari pihak terkait agar distribusi BBM di wilayah Sanggau, terutama untuk sektor angkutan rakyat, dapat lebih merata. Tanpa adanya kestabilan stok, dikhawatirkan roda ekonomi masyarakat kecil di sektor perkebunan akan terus terhambat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....