Jalan Penyeladi Rawan Kecelakaan, Perlu Penanganan Cepat

  • 13 Apr 2026 21:50 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena melakukan peninjauan titik rawan kecelakaan di Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Senin 13 April 2026. Ia mengungkapkan, sejumlah titik jalan strategis nasional di Kabupaten Sanggau memerlukan penanganan cepat karena berisiko menimbulkan lakalantas.

“Beberapa titik jalan strategis nasional yang ada di wilayah Kabupaten Sanggau itu dalam kondisi banyak ada yang longsor tadi, masih di wilayah Penyeladi juga panjangnya sekitar 100 meter. Dan di sini tikungan yang baru kejadian juga dari beberapa kecelakaan termasuk Damri yang kemarin cukup viral dan mobil ya,” kata Susana Herpena saat peninjauan di Desa Penyeladi.

Ia menyampaikan, kondisi jalan yang sempit serta berada di tikungan tajam menjadi faktor utama tingginya risiko kecelakaan. Selain itu, jalur tersebut merupakan akses utama yang dilalui kendaraan berat seperti truk dan angkutan logistik.

“Ini merupakan akses utama yang artinya beberapa kabupaten masih lewat jalur ini. Kita lihat di belakang cukup padat tronton, ponton, dan ekspedisi padat,” ucapnya.

Ia menyebut, pemerintah akan berupaya melakukan pelebaran jalan di lokasi tersebut sebagai langkah awal penanganan. Namun, upaya tersebut bersifat sementara menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Untuk penanganan, jadi tadi kita sudah koordinasi dengan Bu Kades, artinya ini masih milik pemerintah daerah akan kita lebarkan supaya untuk dalam kondisi darurat ya nanti kita lihat situasi,” ungkapnya.

Wabup Susana mengatakan, untuk langkah jangka panjang, pemerintah akan mempertimbangkan relokasi jalur mengingat kondisi jalan yang sempit serta berada di kawasan permukiman. Hal ini akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah provinsi dan pusat guna mendapatkan solusi yang tepat dan berkelanjutan.

“Nanti akan kita pertimbangkan apakah ini relokasi atau tidak dalam rapat tentunya di dalam tim baik provinsi maupun juga pusat. Artinya nanti tentunya keputusan dipertimbangkan, namun upaya kita jalan alternatif sudah kita usulkan,” tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....