PT MKS Diminta Bertanggungjawab atas Kondisi Sungai Saeh

  • 09 Apr 2026 13:43 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Masyarakat Adat di Desa Malenggang dan Desa Sungai Seria menuntut tanggungjawab PT Mitra Karya Sentosa (MKS) atas dugaan pencemaran Sungai Saeh. Air sungai tersebut kini tidak dapat digunakan untuk aktivitas sehari hari seperti mandi, mencuci maupun kebutuhan lainnya.

Wakil Temenggung Subsuku Iban Sebaruk Tanah Kedeh, Susanto Adom mengatakan, pencemaran air Sungai Saeh sudah dirasakan warga sejak sepekan lalu. Ia menjelaskan, kondisi Sungai Saeh saat ini sangat mengkhawatirkan karena mulai menggangu kesehatan warga.

“Dampaknya bagi masyarakat adat di Desa Malenggang sampai Sungai Seria, air sungai tidak bisa digunakan untuk mandi, apalagi untuk diminum,” ungkap Susanto Adom di Sekayam, Kamis 9 April 2026.

Dikatakan, masyarakat di dua desa itu sekarang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Ia menambahkan, pencemaran tidak hanya terjadi pada satu kampung melainkan dirasakan warga di sepanjang aliran Sungai Saeh.

"Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa, namun dampak kesehatan dan ekonomi masyarakat mulai dirasakan serius," ujarnya.

Susanto menyatakan, warga telah bersepakat menuntut pertanggungjawaban pihak PT MKS atas limbah pabrik mereka yang mencemari Sungai Saeh. Ia berharap, mediasi dapat segera dilakukan, dan PT MKS memenuhi tuntutan masyarakat serta mengganti kerugian yang dialami warga.

“Kami ingin agar pihak perusahaan bisa memenuhi tuntutan kami, sekaligus menjalankan kewajiban adat yang berlaku,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....