Korban Kecelakaan Damri di Sanggau Lompat dari Bus

  • 05 Apr 2026 22:21 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Salah seorang penumpang selamat dalam kecelakaan bus Damri di Turunan Penyeladi, Sanggau, Mutia, mengungkapkan detik-detik mencekam saat kejadian nahas itu terjadi. Ia mengaku terbangun dari tidur, setelah mendengar penumpang lain berteriak sebelum bus rute Sintang-Pontianak itu terjun ke jurang.

“Saya waktu di dalam bus itu tidur, lalu kebangun karena orang-orang sudah teriak-teriak, pas bus-nya lagi nurun,” kata Mutia di RSUD Mth. Djaman Sanggau, Minggu 5 Maret 2026 malam.

Dikatakan, saat terbangun dirinya sempat melihat ke arah sopir dan menduga pengemudi dalam kondisi mengantuk. Tak lama kemudian, bus kehilangan kendali dan masuk ke jurang hingga terguling ke sisi kiri.

“Saya lihat sopirnya itu digoncang sama kernet, jadi saya kira mungkin sopirnya ngantuk, lalu sepersekian detik langsung masuk jurang,” ungkapnya.

Dalam kondisi panik, Mutia berusaha menyelamatkan diri sekaligus membantu bibinya yang duduk di dekat jendela. Ia menarik bibinya keluar dari bus sebelum keduanya menjauh dari lokasi kendaraan yang terbalik.

“Saya tarik bibi saya, lalu kami keluar dan loncat dari bus, terus merangkak naik ke atas dibantu warga,” ucapnya.

Mutia menambahkan, warga sekitar turut membantu proses evakuasi hingga dirinya dan korban lain berhasil naik ke badan jalan. Tak lama kemudian, ambulans pertama datang dan membawa sejumlah korban ke rumah sakit.

“Di ambulans pertama itu ada kami berenam, langsung dibawa ke sini untuk dapat penanganan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dirinya mengalami luka ringan akibat pecahan kaca di bagian kepala, alis, dan telinga. Sementara itu, kondisi bibinya cukup parah dengan luka robek di beberapa bagian wajah hingga harus mendapatkan puluhan jahitan.

“Saya luka di kepala kena kaca, di alis sama telinga, tapi tidak parah. Kalau bibi saya di kepala robek, di dagu juga, total sekitar 30 jahitan,” ungkapnya.

Mutia juga menyampaikan, dirinya tengah dalam perjalanan menuju Pontianak untuk keperluan daftar ulang sebagai mahasiswa baru setelah dinyatakan lulus seleksi SNBP. Namun perjalanan tersebut berubah menjadi musibah yang tak terduga.

“Kami sebenarnya mau ke Pontianak untuk tes narkoba sebagai syarat daftar ulang, saya ditemani bibi saya,” tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....