DLH Sanggau Antisipasi Lonjakan Sampah saat Momen Lebaran

  • 15 Mar 2026 20:59 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Setiap momen Idul Fitri selalu identik dengan kegembiraan, silaturahmi, dan tradisi berkumpul bersama keluarga, di balik suasana penuh sukacita itu, muncul persoalan lingkungan yang tak kalah penting peningkatan volume sampah. Dari berbagai jenis sampah yang muncul, plastik sekali pakai dan kemasan makanan menjadi yang paling banyak ditemukan, kondisi ini menimbulkan tantangan serius bagi kebersihan lingkungan

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau Sumardi dalam Obrolan Green Radio RRI Sanggau, Sabtu 14 Maret 2026, mengungkapkan setiap tahun jenis sampah yang paling dominan adalah sampah bekas makanan. Selain itu, sampah plastik juga cukup banyak ditemukan, meskipun jika dilihat dari persentasenya, sekitar 60% sampah yang ada merupakan sisa makanan, termasuk bekas takjil dan kemasan plastik.

"Untuk jenis sampah memang disetiap tahun sampah yang paling dominan itu pertama sampah bekas makanan itu sangat dominan sekali dan juga sampah jenis plastik itu juga sangat dominan tapi memang kalo di persentase memang sekitar 60% itu kebanyakan memang bekas makanan itu yang ada biasanya itu sampah bekas - bekas takjil itu juga biasa masih ada termasuk kemasan plastik ," kata Sumardi.

Menurutnya, selain sampah bekas makanan dan plastik, jenis sampah lain yang cukup mendominasi saat momen Idul Fitri adalah sampah kertas. Menurut pengamatan, saat pelaksanaan salat Idul Fitri, banyak masyarakat membawa kertas atau koran sendiri untuk alas atau keperluan lainnya.

"Sampah yang cukup mendominasi ketika momen hari raya idul fitri itu adalah seperti sampah kertas, ketika moment solat idul fitri mohon maaf biasanya masyarakat membawa kertas atau koran sendiri dan ketika selesai solat sampah kertasnya ada yang dibiarkan begitu saja dan itu akan menambah jumlah sampah yang ada," ujarnya.

Ia katakan, langkah yang diambil oleh dinas lingkungan untuk menghadapai lonjakan sampah pada saat sebelum dan sesudah lebaran yakni pihak pengelola bekerja sama dengan petugas piket. Bagi karyawan yang tidak merayakan Lebaran, mereka dibuatkan jadwal piket khusus agar kegiatan pengelolaan sampah tetap berjalan lancar.

"Untuk antisipasi kami berkerjasama dengan petugas piket selama libur lebaran jadi karyawan kita yang tidak merayakan lebaran kita buatkan jadwal piket, selain itu yang kedua langkah - langkah yang kami lakukan adalah pengarahan kepada petugas lapangan bahkan sebelum moment lebaran kami juga melakukan penyisiran dimana - mana saja daerah atau spot yang ada sampah akan kita angkut," jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....