Kisah Guru Muda Berani, Mulai dari Nol Belajar Bahasa Inggris hingga Raih Prestasi

  • 15 Mar 2026 05:32 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Semangat belajar yang terus menyala tanpa pernah redup mengantarkan seorang guru muda asal Kalimantan Barat menorehkan prestasi membanggakan di Kampung Inggris Pare. Berangkat dari kemampuan bahasa Inggris yang masih sangat mendasar, ketekunan serta tekad yang kuat membawanya melangkah hingga berhasil meraih posisi juara dua dalam ajang speech contest yang sarat persaingan tersebut.

Guru SMA Islam Al-Azhar 10 Pontianak, Marisah dikenal sebagai sosok muda yang memiliki semangat dan tekad yang kuat dalam mengembangkan kemampuan diri di tengah kesibukannya. Sebelum menekuni profesinya sebagai pendidik, ia terlebih dahulu berangkat ke Kampung Inggris Pare untuk memperdalam kemampuan bahasa Inggris sekaligus mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran yang menantang keterampilan public speaking.

"Untuk kompetensi speech atau public speaking di kampung Inggris biasanya diadakan speech contest untuk melatih kepercayaan diri para peserta. Di Kresna Kampung Inggris tempat saya belajar, kegiatan itu digelar setiap dua pekan sekali dan saya terpilih mewakili camp meskipun baru dua pekan belajar di sana," ujar Marisah dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Sanggau, Jumat 13 Maret 2026.

Marisah menjelaskan bahwa kesempatan untuk mengikuti kompetisi tersebut pada awalnya terasa cukup mengejutkan baginya, mengingat dirinya masih tergolong sebagai peserta baru di lingkungan belajar tersebut. Meski demikian, dukungan serta kepercayaan yang diberikan oleh tutor menjadi dorongan kuat baginya untuk memberanikan diri mengambil tantangan itu dan menjalani setiap proses latihan dengan kesungguhan, disiplin, serta tekad untuk memberikan penampilan terbaik.

"Padahal saya baru dua pekan belajar di sana, tetapi tutor menunjuk saya untuk mewakili camp. Dari sepuluh peserta perwakilan camp, Alhamdulillah saya berhasil meraih juara dua dan itu benar-benar di luar ekspektasi saya," ujarnya.

Ia mengatakan proses latihan dilakukan secara intensif hampir setiap hari dengan menghafal naskah pidato sekaligus mempraktikkannya di hadapan teman-teman satu camp. Dalam proses tersebut, bimbingan dari tutor turut berperan besar dalam mengasah berbagai aspek penampilan, mulai dari pengaturan gestur tubuh, intonasi suara, hingga membangun kepercayaan diri saat menyampaikan gagasan di depan publik.

"Saya sering berlatih setiap hari menghafal teks pidato dan menyetorkannya kepada tutor. Bahkan sebelum lomba saya sempat menelepon orang tua untuk meminta doa agar lebih tenang saat tampil," katanya.

Pengalaman tampil di panggung perlombaan tersebut kata Marisah, menjadi salah satu momen yang paling berkesan dalam perjalanan belajarnya, karena harus berhadapan dan bersaing dengan peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Suasana Kampung Inggris yang dipenuhi semangat belajar, interaksi lintas budaya, serta lingkungan yang mendorong setiap peserta untuk terus berkembang turut memberikan energi positif baginya untuk meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri.

"Alhamdulillah ketika pengumuman hasil lomba saya mendapatkan juara dua dari sepuluh peserta. Bagi saya itu adalah bonus, yang paling penting saya sudah memberikan yang terbaik dan tidak mengecewakan tutor serta camp saya," ucapnya.

Melalui pengalaman berharga tersebut, Marisah berharap semakin banyak anak muda berani mengambil langkah untuk mencoba hal-hal baru serta tidak merasa ragu memulai proses belajar dari titik paling dasar. Menurutnya, keberanian untuk memulai, disertai dengan ketekunan dan konsistensi dalam berlatih, dapat menjadi kunci yang membuka berbagai peluang besar untuk berkembang sekaligus meraih prestasi di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....