Pendeta Anto Ajak Umat Memaknai Ibadah Dengan Tulus
- 14 Mar 2026 05:43 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Ibadah bukan sekadar rutinitas keagamaan yang dilakukan setiap minggu, tetapi merupakan wujud hubungan pribadi antara manusia dengan Tuhan dengan ketulusan hati dalam beribadah menjadi hal yang sangat penting agar setiap doa, pujian, dan penyembahan memiliki makna yang mendalam. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Umum GAPPIN Sanggau, Pendeta Anto, yang mengajak umat untuk memahami makna ibadah yang sesungguhnya, karena ibadah yang sejati bukan hanya sekadar rutinitas keagamaan, melainkan sebuah hubungan yang hidup antara manusia dengan Sang Pencipta.
Menurut Pendeta Anto, ibadah yang berkenan kepada Tuhan tidak hanya terlihat dari kehadiran seseorang di rumah ibadah, tetapi juga dari sikap hati yang sungguh-sungguh dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Menurutnya banyak orang terkadang terjebak pada kebiasaan ibadah secara formal tanpa benar-benar menghayati nilai-nilai spiritual di dalamnya, oleh karena itu pemahaman tentang ibadah yang tulus perlu terus disampaikan kepada jemaat.
“Ibadah yang berkenan kepada Tuhan bukan hanya tentang datang ke gereja, tetapi tentang bagaimana hati kita benar-benar mencari dan menghormati Tuhan,” ungkap Pendeta Anto dalam obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Sabtu 14 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa ibadah yang tulus lahir dari hati yang penuh syukur dan kerendahan diri di hadapan Tuhan. Ketika seseorang datang beribadah dengan hati yang bersih dan niat yang benar, maka setiap pujian dan doa akan menjadi persembahan yang berharga sikap ini juga akan mempengaruhi cara seseorang memperlakukan sesama dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Anto bahwa ketulusan dalam beribadah juga tercermin dari tindakan nyata setelah seseorang selesai beribadah. Nilai-nilai kasih, pengampunan, dan kerendahan hati harus menjadi bagian dari kehidupan umat, sehingga ibadah tidak berhenti pada kata-kata saja.
“Ibadah yang tulus akan terlihat dari cara kita hidup, cara kita mengasihi sesama, serta bagaimana kita menjaga sikap dan perkataan setiap hari,” ujarnya.
Untuk itu Pendeta Anto mengajak umat untuk menjadikan ibadah sebagai momen refleksi diri dan memperbaiki hubungan dengan Tuhan, Ia berharap setiap umat dapat menjalani ibadah dengan kesadaran penuh bahwa Tuhan melihat ketulusan hati, bukan sekadar penampilan lahiriah. Melalui ibadah yang benar, kehidupan rohani seseorang akan semakin bertumbuh dan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
“Ketika ibadah dilakukan dengan hati yang tulus maka Tuhan akan bekerja dalam kehidupan kita dan membawa perubahan yang baik, karena ibadah tidak diukur dari seberapa sering seseorang melakukan ritual, tetapi dari bagaimana hidupnya mencerminkan kasih, kebenaran, dan ketaatan kepada Tuhan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....