Bank Sampah Sanggau Hadapi Tantangan Manajemen dan Kekompakan
- 10 Mar 2026 22:39 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Kabupaten Sanggau saat ini hanya memiliki satu Bank Sampah yang masih aktif beroperasi. Keberadaan fasilitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini dinilai penting untuk mendukung pengurangan limbah rumah tangga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
“Semula ada dua ya, di SMK PDN satu, kemudian yang di Tayan Hilir satu, tetapi yang masih aktif dan operasional sekarang yang berada di Tayan Hilir karena itu binaan PT Aneka Tambang,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Agus Sukanto saat diwawancarai pada Selasa, 10 Maret 2026.
Pemerintah daerah sebenarnya memiliki keinginan untuk menambah jumlah Bank Sampah di beberapa wilayah. Upaya awal sudah mulai dilakukan dengan mengumpulkan berbagai jenis sampah rumah tangga yang masih memiliki nilai jual.
“Kami sudah mulai mengumpulkan botol bekas air kemasan, plastik bekas deterjen, dan bekas minyak goreng untuk nanti dikumpulkan seperti konsep Bank Sampah lalu dijual ke pengepul,” jelasnya.
Meski demikian, pengelolaan Bank Sampah masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Hambatan utama umumnya muncul dalam pengelolaan organisasi dan manajemen kelompok pengelola Bank Sampah.
“Sebenarnya permasalahan sering terjadi ketika hasil penjualan sampah mulai dikelola oleh kelompok. Biasanya pada saat belum beroperasi masyarakat kompak, tetapi ketika sudah bicara pengelolaan hasil penjualan sampah plastik itu yang sering membuat kekompakan anggota menjadi goyah,” katanya.
Oleh karena itu, sambungnya, transparansi dan manajemen yang baik dinilai menjadi kunci keberhasilan pengelolaan Bank Sampah. Pengelola, diharapkannya, mampu menjaga keterbukaan kepada seluruh anggota agar program pengelolaan sampah tersebut dapat berjalan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....