Kuota LPG Subsidi Sanggau Berkurang 434 Metrik Ton
- 05 Mar 2026 15:25 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkop dan UM) Kabupaten Sanggau, Nurtiati mengungkapkan, kuota LPG 3 kilogram untuk Kabupaten Sanggau tahun 2026 ditetapkan sebesar 11.794 metrik ton. Angka tersebut lebih rendah dibanding kuota 2025 yang mencapai 12.228 metrik ton, atau berkurang sebanyak 434 metrik ton.
“Ini adalah kebijakan pusat. kita sudah mengusulkan penambahan kuota hampir dua kali lipat dari jumlah yang diberikan tahun ini, namun penetapannya tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat,” ungkap Nurtiati di Sanggau, Kamis 5 Maret 2026.
Ia menyampaikan, dalam usulan awal, Pemerintah Kabupaten Sanggau mengajukan kebutuhan LPG bersubsidi tahun 2026 sebesar 20.083 metrik ton. Namun, keputusan akhir tetap berada di tingkat pusat dan provinsi.
Nurtiati mengakui penurunan kuota tersebut berpotensi memengaruhi pemenuhan kebutuhan masyarakat, terutama rumah tangga kurang mampu dan pelaku usaha mikro yang menjadi sasaran utama subsidi. Penurunan alokasi ini juga memunculkan kekhawatiran terkait kelangkaan dan potensi kenaikan harga di tingkat pengecer.
“Kewenangan tertinggi kuota elpiji bukan di pemerintah kabupaten. Memang tahun ini ada penurunan dan itu dipastikan berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Nurtiati menjelaskan, LPG 3 kilogram diperuntukkan khusus bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro. Sehingga masyarakat yang tergolong mampu untuk beralih menggunakan LPG nonsubsidi agar distribusi tepat sasaran.
“Kami memiliki keterbatasan dalam pengawasan, tetapi akan tetap berupaya menjalankan peran semaksimal mungkin agar komoditas ini benar-benar menyasar masyarakat yang berhak,” ujarnya.
Pemerintah daerah, kata Nurtiati, berkomitmen mengintensifkan pengawasan distribusi guna mencegah penyimpangan, sekaligus memastikan harga tetap sesuai ketentuan yang berlaku di pasaran. Selain itu peringatan disampaikan kepada para agen dan pangkalan agar tidak bermain dalam distribusi yang menyalahi ketentuan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....