Kontribusi LSM di Sanggau Dinilai Belum Optimal

  • 27 Feb 2026 13:40 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Momentum peringatan Hari LSM Sedunia, kontribusi LSM terhadap pembangunan di Kabupaten Sanggau dinilai belum optimal meski keberadaannya telah terdata pemerintah daerah. Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Ormas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sanggau, Martinus Dop, menyampaikan hingga saat ini terdapat 10 LSM yang terdaftar dan tersebar di sejumlah kecamatan.

“LSM di Kabupaten Sanggau untuk sementara ini yang terdaftar keberadaannya di Pemerintah Kabupaten Sanggau ada 10 LSM yang tersebar di beberapa titik-titik kecamatan,” kata Martinus Dop di Kantor Badan Kesbangpol Sanggau, Jumat 27 Februari 2026.

Ia menjelaskan, mayoritas aktivitas LSM bergerak di bidang sosial dan advokasi non-fisik. Namun kontribusinya dinilai belum terlalu signifikan dalam mendukung program pembangunan daerah.

“Tetapi LSM biasanya pada non-fisik, itu belum terlalu nampak signifikan kontribusi yang diberikan oleh LSM yang ada di Kabupaten Sanggau sepengetahuan kami,” ujarnya.

Meski begitu, pemerintah tetap memberikan perhatian melalui fasilitasi proposal kegiatan dan bantuan hibah bagi organisasi yang memenuhi ketentuan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong LSM lebih aktif dan mengoptimalkan perannya sebagai mitra pemerintah.

“Seandainya mereka mengajukan proposal anggaran, kita fasilitasi, dan di tahun 2024 kita ada memberikan hibah kepada salah satu LSM di Kecamatan Meliau,” ucapnya.

Di sisi lain, Ketua LSM Citra Hanura Kabupaten Sanggau, Abdul Rahim menyampaikan, organisasinya telah berkiprah sejak 1999 dengan berbagai kegiatan pemberdayaan. Ia menyebut kiprah tersebut mencakup seminar otonomi daerah, pembahasan sawit, hingga bedah APBD.

“Sejak berdiri tahun 1999 kami sudah melakukan seminar, bedah APBD, pengawasan program pemerintah, pendampingan sosial, sampai kerja sama dengan berbagai pihak untuk pemberdayaan masyarakat,” kata Abdul Rahim.

Ia menambahkan, Citra Hanura juga pernah terlibat dalam pengawasan Program Pengembangan Kecamatan, pendampingan anak pekerja kebun bersama Save the Children, hingga pendataan UMKM dan pelestarian lingkungan. Namun ia mengakui sebagian besar kegiatan bersifat operasional di lapangan sehingga tidak selalu terlihat secara publik.

“Kami mengharapkan ada komunikasi yang lebih intens dari pemerintah daerah supaya kami bisa diundang dan bersama-sama memberikan kontribusi pemikiran dalam membangun Kabupaten Sanggau,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....