Needs Analysis-based Mentoring, Kolaborasi Pendidikan untuk Sanggau
- 25 Feb 2026 21:56 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena menyebut, guru bidang studi Bahasa Inggris merupakan ujung tombak sumber daya manusia di bidang pendidikan. Sehingga, sudah semestinya peningkatan kompetensi mereka adalah langkah krusial untuk mencetak generasi Sanggau yang berdaya saing global di kancah internasional.
“Apalagi di jaman sekarang, Bahasa Inggris merupakan keharusan dan ini menjadi PR bagi tenaga pendidik, sehingga anak-anak bisa berbahasa Inggris dengan baik, dan tentunya bisa go international. Semoga program ini berjalan lancar, membawa dampak nyata bagi para guru, dan menjadi berkat bagi pendidikan di Kabupaten Sanggau,” ungkap Susana saat menutup program Needs Analysis-based Mentoring di Aula Kantor Bapenda Kabupaten Sanggau, Rabu 25 Februari 2026.
Susana Herpena juga mengapresiasi dukungan University of New England, Australia, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kemendikti Republik Indonesia sehingga program Needs Analysis-based Mentoring dapat dilaksanakan pertama kalinya di Indonesia, yaitu di Kabupaten Sanggau. Dia juga menyampaikan terimakasih kepada Angela Asri Purnamasari, mahasiswi School of Education, University of New England bersama Principal Supervisor, Prof. Joshua Matthews yang telah membagikan ilmunya untuk 28 guru Bahasa Inggris di Kabupaten Sanggau.
“Terimakasih dedikasinya untuk Bu Angela, sudah meluangkan waktu dan berbagi untuk guru-guru kita di sini. Salam kasih dan sukses Angela Asri, asal Sanggau yang telah mengukir sejarah untuk Kabupaten Sanggau,” ucap Wabup Susana.
Ditempat yang sama, Angela menyampaikan, Needs Analysis-based Mentoring yang dilaksanakannya di Kabupaten Sanggau merupakan program yang bukan hanya menjadi bagian penting dari penelitiannya. Tetapi juga sebuah perjalanan bermakna dalam pembelajaran bersama, kolaborasi, dan pengabdian untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama dalam bidang Bahasa Inggris.
Angela mengaku bersyukur, karena melalui program ini dia telah dipertemukan dengan para pendidik Bahasa Inggris terpilih dari Kabupaten Sanggau bersama 7 mentor dari Universitas Kristen Indonesia Jakarta, Universitas Atma Jaya Jakarta, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau yang telah mendukung program Needs Analysis-based Mentoring ini.
“Saya merasa sangat terharu dan bersyukur. Saya tidak pernah membayangkan bahwa kita dapat melaksanakan dan menyelesaikan program Needs Analysis-based Mentoring ini dengan baik dan sukses bersama-sama. Dengan kerendahan hati, saya memohon dukungan dan doa Bapak dan Ibu sekalian untuk langkah berikutnya dalam perjalanan studi saya di Australia, demi kebaikan Indonesia,” ucap Angela.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....