Tiga Makna Syukur dalam Hidup yang Harus Dipahami

  • 13 Feb 2026 06:05 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Rasa syukur sejatinya bukan hanya menjadi rutinitas ucapan yang terulang setiap hari, tetapi harus dipahami sebagai bentuk kesadaran diri atas nikmat yang telah Allah SWT berikan. Dengan memahami makna syukur secara mendalam, seseorang akan lebih mampu menghadirkan rasa terima kasih yang tulus dalam setiap aspek kehidupannya.

"Kita sering mendengar kata syukur dan ucapkan alhamdullilah, namun apakah kita sudah benar-benar memaknai kata syukur itu," kata Pelaksana KUA Kecamatan Kembayan, Deni Akbar dalam Obrolan Mutiara Pagi Islam RRI Entikong, Jum'at 13 Februari 2026.

Menurut Deni, dalam kehidupan kita sehari-hari, seringkali kita mendengar ataupun mengucapkan yang namanya kata syukur dan alhamdullilah. Namun, pada kenyataannya kita belum mampu memaknai hakikat dari kata syukur tersebut dan belum benar-benar memaknai kata syukur itu sendiri.

Ia mengatakan, sebagai manusia kita hendaknya jangan hanya bisa sekedar mengucapkan kata syukur dan alhamdullilah tanpa mengena di hati kita secara langsung. Deni menambahkan bahwa bersyukur bukan hanya sekedar ucapan yang di katakan begitu saja, melainkan sikap hati, perkataan, dan perbuatan yang wujudnya nyata dalam kehidupan sehari-hari.

"Syukur itu bukan sekedar ucapan di bibir, melainkan sikap hati, ucapan lisan, dan perbuatan nyata," ujarnya.

Deni mengatakan, para ulama menyampaikan tiga hal penting berkaitan dengan makna bersyukur. Pertama, syukur dalam hati yang memiliki pemahaman syukur dalam hati berarti kita sebagai mannusia menyadari bahwa segala nikmat yang ada dan dirasakan, sesungguhnya berasal dari Allah SWT.

Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa makna syukur yang kedua, yaitu bersyukur dengan lisan. Makna syukur dengan lisan sering dilakukan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari, dimana sifatnya menguji Allah dan mengucapkan kata Alhamdullilah setiap memperoleh nikmat.

Lebih lanjut, kata Deni, makna syukur yang ketiga menurutnya adalah syukur dengan perbuatan, yakni menggunakan nikmat sesuai dengan perintah Allah. Dicontohkan, seandainya manusia memperoleh rezeki yang melimpah, sebagian dari harta tersebut disedekahkan kepad fakir miskin, anak yatim, dan kaum lain yang membutuhkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....