Disbunnak Sanggau Intensif Tangani Rabies Perbatasan
- 11 Feb 2026 16:51 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Pemerintah Kabupaten Sanggau terus memperkuat langkah penanganan rabies, khususnya di wilayah perbatasan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi. Upaya ini disampaikan oleh Medik Veteriner Ahli Pertama Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Sanggau, Yeni Kezia Bekalani, dalam Dialog Entikong Menyapa, Rabu 11 Februari 2026.
Yeni menjelaskan, pada tahun 2026 pihaknya tetap melanjutkan upaya vaksinasi rabies di wilayah perbatasan. Jadwal vaksinasi terakhir telah dilaksanakan pada Agustus hingga September 2025. Secara ideal, vaksinasi rabies dilakukan setahun setelah pemberian vaksin sebelumnya.
“Namun melihat kasus rabies yang cukup urgent di Kecamatan Sekayam saat ini, kami dari tim vaksinasi HPR harus segera turun untuk melakukan revaksinasi pada hari itu juga,” ujar Yeni.
Menurutnya, langkah cepat tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap potensi penyebaran rabies di wilayah perbatasan. Selain melakukan vaksinasi ulang, tim juga wajib melakukan investigasi terhadap setiap laporan kasus gigitan hewan.
“Kami harus melakukan investigasi terhadap kasus yang terjadi, apakah anjing tersebut positif rabies atau tidak dan kami menghimbau warga harus berhati-hati dan memahami seperti apa ciri-ciri hewan penular rabies, karena tidak semua anjing yang menggigit itu rabies,” jelasnya.
Yeni menambahkan, penting bagi masyarakat untuk mengenali tanda-tanda hewan yang terindikasi rabies, seperti perubahan perilaku yang agresif, hipersensitif terhadap cahaya atau suara, air liur berlebihan, hingga kelumpuhan. Pelaporan dini dinilai sangat membantu dalam percepatan penanganan kasus di lapangan.
Disbunnak Kabupaten Sanggau mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan hewan yang menunjukkan gejala rabies, selain itu apabila terdapat warga yang tergigit hewan penular rabies masyarakat diminta segera membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Melalui koordinasi lintas sektor dan respons cepat di wilayah perbatasan, Pemerintah Kabupaten Sanggau optimistis upaya pengendalian rabies dapat terus ditekan guna melindungi kesehatan hewan dan keselamatan masyarakat.
“Kami berharap masyarakat dapat segera melapor jika menemukan hewan dengan ciri-ciri rabies, dan jika ada warga yang tergigit agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat serta pentingnya kolaborasi dalam penanganan kasus rabies ini,” kata Yeni.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....