BPBD Sebut 167 Desa di Sanggau Rawan Karhutla

  • 11 Feb 2026 12:29 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membayangi hampir seluruh wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Data terbaru menunjukkan, risiko bencana ini tidak lagi bersifat lokal, melainkan telah menjadi persoalan serius yang menyentuh hampir seluruh desa dan kelurahan di daerah tersebut.

Berdasarkan hasil kajian risiko bencana Badan Penanggulangan Bencana daerah Kabupaten Sanggau, wilayah Sanggau masuk dalam kategori risiko tinggi karhutla. Dari total 169 desa dan kelurahan yang tersebar di 15 kecamatan, 167 desa dan kelurahan berada dalam zona rawan kebakaran hutan dan lahan.

Kepala BPBD Kabupaten Sanggau, Budi Darmawan mengungkapkan, kondisi tersebut menempatkan hampir seluruh wilayah administratif Sanggau dalam status waspada. Menurutnya, luas wilayah yang berpotensi terdampak karhutla mencapai sekitar 1.189.445 hektare.

“Risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sanggau berada pada kelas risiko tinggi, yang mana dari 169 desa dan kelurahan di 15 kecamatan, sebanyak 167 desa dan kelurahan terpapar potensi karhutla,” ungkap Budi di Sanggau, Rabu 11 Februari 2026.

Ia menjelaskan, tingginya jumlah desa berisiko dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi lahan gambut dan mineral yang mudah terbakar. Kemudian, cuaca ekstrem saat musim kemarau, hingga aktivitas manusia yang masih membuka lahan dengan cara membakar juga ikut meningkatkan faktor risiko.

Upaya pemadaman api oleh Tim Reaksi Cepat BPBD Sanggau, Rabu 11 Februari 2026. (Foto: RRI/Rangga).

Budi menyebut, situasi ini menuntut langkah mitigasi yang berkelanjutan dan terkoordinasi lintas sektor. Pemerintah Daerah, dikatakan, tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan aparat, dunia usaha, dan peran aktif masyarakat di tingkat desa.

“Pencegahan karhutla harus menjadi tanggung jawab bersama, dan kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi kunci utama dalam menekan risiko,” ujarnya.

Sebagai upaya pengendalian, lanjut Budi, BPBD Sanggau terus menggencarkan sosialisasi pencegahan karhutla, patroli terpadu, serta peningkatan kapasitas masyarakat desa dalam deteksi dini dan penanganan awal kebakaran. Langkah ini dilakukan untuk memperkecil potensi meluasnya api saat titik panas mulai muncul.

Selain itu, masyarakat di seluruh desa rawan diimbau agar segera melaporkan keberadaan titik api atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Pelaporan dini, menurutnya, sangat penting untuk mencegah bencana berskala besar.

“Dengan kesiapsiagaan bersama dan peran aktif masyarakat, kami berharap risiko dan dampak karhutla di Kabupaten Sanggau dapat ditekan semaksimal mungkin,” kata Budi.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....