Belajar Berserah Menitipkan Hati kepada Allah

  • 09 Feb 2026 10:16 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Dalam perjalanan hidup yang penuh ketidakpastian, manusia kerap belajar bahwa tidak semua hal dapat digenggam dengan kehendak sendiri. Ada kalanya hati merasa lelah berharap, lalu memilih untuk berserah dengan menitipkan rasa, doa, dan harapan kepada Sang Pemilik Takdir. Sebab hanya Dia yang paling memahami arah terbaik, meski jalan yang dilalui belum sepenuhnya dimengerti oleh manusia.

Hal tersebut disampaikan oleh Bambang, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kembayan, dalam program Obrolan Mutiara Pagi Islam RRI Entikong, Senin 9 Februari 2026. Ia mengajak pendengar untuk memahami hakikat hati dan pentingnya berserah diri kepada Allah SWT.

Bambang menjelaskan bahwa dalam istilah Islam, hati disebut qolbu, yang berasal dari kata qolaba yang berarti terbolak-balik. Makna tersebut menunjukkan bahwa hati manusia bersifat tidak tetap dan mudah berubah, bahkan menjadi bagian dari diri manusia yang paling cepat mengalami perubahan.

Ia mencontohkan perubahan hati yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, seseorang bisa sangat mencintai hari ini, namun beberapa waktu kemudian perasaan itu memudar. Begitu pula dengan semangat yang dapat menggebu di satu waktu, lalu berubah menjadi lesu tanpa sebab yang jelas.

“Hari ini mungkin kita sangat mencintai seseorang, namun sore hari bisa jadi rasa itu hambar. Sekarang mungkin kita penuh semangat, tetapi sejam kemudian bisa saja merasa lelah tanpa alasan. Inilah sifat dasar manusia yang lemah dan mudah berubah-ubah,” jelas Bambang.

Lebih lanjutnya, mengutip sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa hati setiap manusia berada di antara jari-jari Ar-Rahman, dan Allah SWT membolak-balikkan hati sesuai dengan kehendak-Nya.

Hadis tersebut, menurutnya menjadi pengingat bahwa manusia tidak memiliki kuasa penuh atas hatinya sendiri. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk senantiasa memohon kepada Allah agar diberi keteguhan hati dan dijauhkan dari kegelisahan yang berlebihan.

“Hati kita sesungguhnya berada dalam genggaman Allah. Ketika kita mencoba mengendalikan hati hanya dengan ego, ambisi yang meluap-luap, atau ketakutan yang berlebihan, kita akan merasa lelah dan cemas karena takut kehilangan apa yang kita genggam,” ungkanya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....